Aplikasi Tinder, Petaka Rinaldi Harley Dimutilasi Laeli dan Djumadil

Kamis, 17 September 2020 – 17:33 WIB

Aplikasi Tinder, Petaka Rinaldi Harley Dimutilasi Laeli dan Djumadil

Aplikasi Tinder, Petaka Rinaldi Harley Dimutilasi Laeli dan Djumadil

JAKARTA, REQnews - Polisi akhirnya mengungkap kasus pembunuhan yang disertai mutilasi korban Rinaldi Harley Wismanu. Jasad Rinaldi sebelumnya ditemukan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan pada Rabu 16 September 2020.

Menurut hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku yakni Laeli Atik Supriyatin (27) dan Djumadil Al Fajri (26), Rinaldi dieksekusi di sebuah apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

"Kejadian tanggal 9 September, mereka menyewa (kamar di apartemen Pasar Baru) sampai tanggal 12 September," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana kepada wartawan, Kamis 17 September 2020.

Nana pun menceritakan bahwa korban dan tersangka Laeli ternyata sudah saling kenal. Perkenalan mereka terjadi melalui aplikasi Tinder sejak satu tahun lalu.

Mereka kemudian janjian di apartemen di Pasar Baru, Jakarta Barat. Tanpa diketahui korban, tersangka Laeli dan Djumadil sudah merencanakan untuk membunuh korban.

Saat korban dan tersangka Laeli sedang berada di tempat tidur, tersangka Djumadil memukulnya.

"Mereka menyiapkan batu bata dan dipukul 3 kali dan melakukan penusukan kepada korban sebanyak 7 kali sampai meninggal dunia," kata Nana.

Tersangka Djumadil, menjadi eksekutor dan memutilasi tubuh korban. Setelah itu, keduanya kemudian memindahkan jasad korban ke Apartemen di Kalibata City.

"Mereka memindahkan koper tadi yang berisi korban ke sebuah apartemen di Kalibata City di lantai 16. Di sana mereka menyimpan koper itu," ujar Nana.

Seperti diketahui, kasus tersebut berawal dari laporan orang hilang yang diungkap oleh keluarga Rinaldi. Korban diketahui telah hilang kontak sejak 9 September lalu.

Keluarga pun membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada Senin 12 September lalu. Tim Sudbit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kompol Handik Zusen, AKP Noor Marghantara dan AKP Muriya kemudian menangkap kedua tersangka di daerah Depok pada Rabu 16 September siang.

Dari sana akhirnya terungkap kronologis pembunuhan disertai mutilasi tersebut. Pelaku menyembunyikan potongan tubuh korban dengan menggunakan tas kresek warna hitam serta ditaruh di dalam koper.