Usai Berhubungan Badan, Rinaldi Dieksekusi dan Hartanya Dikuras Pelaku

Kamis, 17 September 2020 – 17:46 WIB

Usai Berhubungan Badan, Rinaldi Dieksekusi dan Hartanya Dikuras Pelaku

Usai Berhubungan Badan, Rinaldi Dieksekusi dan Hartanya Dikuras Pelaku

JAKARTA, REQnews - Laeli Atik Supriyatin (27) dan Djumadil Al Fajri (26) mengungkap motif membunuh dan memutilasi Rinaldi Harley Wismanu. Sebelum dibunuh, Rinaldi ternyata sempat berhubungan seksual dengan Laeli Atik. 

Keduanya sudah saling kenal. Perkenalan mereka terjadi melalui aplikasi Tinder sejak satu tahun lalu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan pelaku sudah mengincar korban karena merupakan orang berada.

"Mereka berkenalan kemudian tahu korban punya finansial lebih, dianggap orang berada. Sehingga berencana menghabisi nyawa korban untuk ambil harta korban tersebut," kata Nana saat konferensi pers virtual, Kamis 17 September 2020.

Menurut hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku, Rinaldi dieksekusi di sebuah apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. "Keduanya kemudian janji bertemu di Reddoorz Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat pada tanggal 9 September 2020."

Sebelum keduanya masuk, Djumadil sudah berada di dalam dan bersembunyi di kamar mandi menunggu waktu yang tepat untuk membunuh Rinaldi.

"Kedatangan korban dengan LAS itu mereka sempat berbincang kemudian berhubungan (seksual). Ketika berhubungan itulah kemudian DAF keluar. Jadi mereka sudah siapkan batu bata langsung dipukul ke kepala," kata Nana.

Di apartemen itulah nyawa Rinaldi dihabisi. Tubuhnya dimutilasi menjadi 11 bagian.

"Kemudian yang mereka lakukan mengurus isi rekening korban dengan beli logam mulia berbagai ukuran, perhiasan emas, motor, sewa rumah di Cimanggis (Depok, Jawa Barat) yang akan di gunakan untuk kubur korban," kata Nana.

Nana mengatakan sebelum korban dibunuh Laeli sudah tahu kode keamanan ATM korban. Uang puluhan juta sudah digunakan pelaku dari rekening Rinaldi.

"Jumlah yang sudah diambil oleh mereka sebesar Rp 97 juta," kata Nana.

Sejumlah barang bukti pembunuhan di sita polisi dari para tersangka. Begitu juga dengan harta benda yang mereka beli dari uang korban.

"Barang bukti ada 11 buah emas Antam kurang lebih 11,5 gram dari berbagai jenis. Kemudian dua laptop, lalu ada cangkul, sekop, jam tangan, perhiasan dan beberapa kartu visa dari Mandiri, BNI, BCA, Permata dan lain-lain untuk barang bukti," kata Nana.

Rinaldi sebelumnya dikabarkan hilang ke Polda Metro Jaya pada 12 September 2020. Pria yang bekerja di PT Jaya Obayashi itu sudah tidak terlihat sejak 9 September 2020.

Serangkaian penyelidikan membawa polisi ke lantai 16 Tower Ebony, apartemen Kalibata City pada Rabu (16/9). Di sana Jasad Rinaldi ditemukan dalam kondisi termutilasi. Potongan tubuhnya dibungkus plastik dan disimpan dalam koper.

Atas perbuatannya, sejoli ini dijerat Pasal 340 KUHP dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. Polisi juga menjerat LAS dan DAF dengan Pasal 338 KUHP dan Pasal 365 KUHP.