Viral Nadiem Hapus Sejarah Bukan Pelajaran Wajb SMA, Agenda Apa?

Sabtu, 19 September 2020 – 08:01 WIB

Viral Nadiem Hapus Sejarah Bukan Pelajaran Wajb SMA, Agenda Apa?

Viral Nadiem Hapus Sejarah Bukan Pelajaran Wajb SMA, Agenda Apa?

JAKARTA, REQnews - Megawati Soekarnoputri pasti ingat ucapan sang ayah, yakni Ir Sukarno pada peringatan hari pahlawan 10 November 1961. Dalam pidatonya ia berkata, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya."

Ucapan itu disampaikan The Founding Father Indonesia agar semua rakyat mengingat,menghargai,dan belajar dari tokoh bangsa di masa lalu. Tujuannya untuk membangun generasi muda indonesia yang lebih baik.

Sayangnya, di era Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nadiem Makarim, sejarah maka tinggalah sejarah. Eks Bos Gojek itu berencana membuat mata pelajaran sejarah menjadi tidak wajib dipelajari siswa SMA dan sederajat.

Apakah ini cara Nadiem agar generasi muda Indonesia melupakan sejarah bangsanya? Asal tahu saja, di kurikulum terbaru nanti, yakni di kelas 10, sejarah digabung dengan mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS). 

Sementara bagi kelas 11 dan 12 mata pelajaran sejarah hanya masuk dalam kelompok peminatan yang tak bersifat wajib.

Hal itu tertuang dalam rencana penyederhanaan kurikulum yang akan diterapkan Maret 2021. Semua itu tercantum dalam sosialisasi Kemendikbud tentang penyederhanaan kurikulum dan asesmen nasional.

Dalam file itu dijelaskan bahwa mata pelajaran sejarah Indonesia tidak lagi menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa SMA/sederajat kelas 10.

Padahal, dalam kurikulum 2013 yang diterapkan selama ini, mata pelajaran Sejarah Indonesia harus dipelajari dan terpisah dari mata pelajaran lainnya.

Berikut mata pelajaran wajib bagi siswa SMA kelas 10 dalam kurikulum yang disederhanakan.

 

Pendidikan Agama

PPKn

Bahasa Indonesia

Matematika

IPA

IPS

Bahasa Inggris

Seni dan Prakarya

Pendidikan Jasmani

Informatika

Program Pengembangan Karakter

Kemudian untuk siswa kelas 11 dan 12 SMA/sederajat, mata pelajaran sejarah juga tidak wajib dipelajari.

Berikut mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 11 dan 12 kelompok IPA, IPS, bahasa dan vokasi.

 

Agama dan Kepercayaan kepada Tuhan YME

PPKN

Bahasa Indonesia

Matematika

Bahasa Inggris

Seni dan Prakarya

Pendidikan Jasmani

Mata pelajaran sejarah bisa dipelajari siswa kelompok peminatan IPA, IPS, bahasa dan vokasi. Namun, tidak bersifat wajib.

Siswa kelompok peminatan IPS akan diberi pilihan 5 mata pelajaran tambahan, yakni Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi dan Antropologi. Siswa hanya akan diminta memilih 3 dari 5 mata pelajaran tersebut.

Maka, siswa diperkenankan untuk tidak memilih mata pelajaran sejarah untuk dipelajari. Misal, siswa boleh memilih geografi, sosiologi, dan ekonomi.

Di kelompok siswa peminatan IPA, sejarah juga tidak termasuk mata pelajaran wajib. Siswa bisa memilih untuk mempelajari atau tidak mempelajari sejarah.

Siswa kelompok peminatan IPA diberi pilihan 7 mata pelajaran tambahan, yaitu Biologi, Fisika, Kimia, Informatika Lanjutan, Ilmu Kesehatan, Matematika Lanjutan, dan Matematika Terapan.

Kelompok siswa peminatan IPA harus mengambil salah satu mata pelajaran pilihan yang ada di kelompok IPS. Sejarah bisa dipilih, namun tidak bersifat wajib. Ada pilihan mata pelajaran IPS lainnya yang bisa dipilih siswa.

Dengan kata lain, siswa kelompok IPA bisa mengambil 2 mata pelajaran IPA plus 1 mata pelajaran IPS. Siswa juga bisa mengambil 1 mata pelajaran IPA plus 2 mata pelajaran IPS.

"Di kelas 11 dan 12, siswa diwajibkan untuk mengambil minimal 3 mata pelajaran pilihan dengan syarat minimal 1 mapel kelompok MIPA dan 1 mapel kelompok IPS, 1 mapel kelompok bahasa dan satu vokasi," mengutip data Kemendikbud.

Di kelompok siswa peminatan bahasa dan vokasi. Kelompok siswa peminatan bahasa diberi pilihan 3 mata pelajaran tambahan, yaitu Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, dan Bahasa dan Sastra Asing.

Kemudian untuk pendidikan kecakapan hidup dan vokasi terdapat tiga mata pelajaran, yakni Pengalaman Dunia Kerja, Mata Pelajaran Vokasional, dan Kewirausahaan. Kelompok siswa peminatan bahasa dan vokasi harus memilih 1 pelajaran IPA dan 1 pelajaran IPS.

Rencana Nadiem tidak mewajibkan pelajaran sejarah bagi siswa SMA itu pun memantik protes dari politisi PDIP Eva K Sundari. 

Dalam akun Twitternya, (@evndari) menge-tweet, "Aku menangis ???????? meraung-raung, gulung2. Stop project  “pedhot oyot” yg bertentangan dgn pendidikan pembangunan karakter dan bangsa. Pertahankan mapel sejarah Indo yg pakai critical thinking (ansos), jangan hapalan yg manipulatif. Menuju Manusia Merdeka!. "