IFBC Banner

Rachel Vennya Kena Musibah, Ibunda Ketipu Jastip Tas Harga Rp 180 Juta

Senin, 21 September 2020 – 10:00 WIB

Rachel Vennya Kena Musibah, Ibunda Kena Tipu Jastip Tas Hermes Rp 180 Juta

Rachel Vennya Kena Musibah, Ibunda Kena Tipu Jastip Tas Hermes Rp 180 Juta

JAKARTA, REQnews - Selebgram Rachel Vennya sedang kena musibah. Sang ibunda Liavananti atau akrab disapa Vien Tasman ditipu ratusan juta oleh temannya sendiri.

IFBC Banner


Orang yang diduga menipu tersebut adalah Fadel Christopol. Saat ini Fadel merupakan ketua umum Selebriti Anti Narkoba Indonesia (SANI).

Dugaan tindak pidana penipuan tersebut berawal dari jasa titip (jastip) jual-beli tas mewah bermerek Hermes. Vien Tasman menitip tas Hermes kepada Fadel yang sedang berada di luar negeri.

"Saya kan berteman sama dia, dia kan posisinya di Hong Kong bisnis trip sama seorang sosialita di sana. Dia di sebuah butik tas ternama. Aku bilang 'aduh mau dong titip' dia bilang boleh dan sampai videoin tasnya," kata Vien Tasman di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu 20 September 2020.

Vien pun langsung mengirimkan uang untuk membayar tas tersebut sebesar Rp 180 juta. Uang itu tersebut ditransfer ke rekening Fadel.

Saat itu, Vien Tasman tak merasa curiga, mengingat F adalah salah satu orang yang dianggapnya sebagai teman. "Karena dia videoin di toko itu, saya percaya dong. Saya langsung transfer bertahap karena kan ada minimal transfer, saya sampai pinjam ke teman," kata dia.

Selang beberapa hari, F pulang dari Hong Kong namun ia tidak membawa tas titipan Vien Tasman.

"Pas saya setuju sama tas pertama, dia nawarin lain, terus saya minta divideoin. Dia bilang, nggak bisa karena susah. Saya mastiin 'benar dari toko itu kan?' Kata dia, iya. Terus singkat cerita kita ketemuan, dia nggak bawa tasnya. Terus saya tanya 'mana?' kata dia terkendala sama huru-hara di Hong Kong. Dia bayar pakai dua kartu. Yang pertama bisa yang kedua mati lampu dan eror," ucap Vien Tasman.

Vien pun meminta uangnya kembali. Namun, Fadel tak kunjung melakukan permintaan Vien Tasman.

"Mau balikin uang tapi nunggu dua minggu, saya maunya balikin aja tapi dia mastiin kalau itu dua minggu 'itu dua minggu loh yakin?' Gitu katanya," ujar wanita berusia 45 tahun itu.

Namun F tak kunjung memberikan kepastian soal tas mewah dan uang milik Vien Tasman. Disebutkan oleh Vien Tasman, F berkelit tiap kali ditanya soal hal tersebut.

"Dia jago banget ngomong ke akunya. Saya minta videonya dia nggak ngasih. Pas dia mau ke Hong Kong lagi, ternyata ke Makassar, katanya mau ke Hong Kong, tapi nggak jalan-jalan. Saya tanya, 'kenapa nggak ke sana' katanya masih heboh di sana. Dia bilang tas aku dititipin ke temennya, dijanjiin hari lain," ujar Vien Tasman.

Beberapa waktu kemudian, tas yang diinginkan Vien Tasman akhirnya datang juga. Namun, keanehan lain muncul bersamaan.

Setelah menyelidiki sendiri, Vien Tasman menemukan bahwa tas tersebut bukan dibeli F di Hong Kong, melainkan didapatnya dari seorang sosialita. Vien Tasman tak terima karena menganggap tas itu tidak sesuai dengan kesepakatan awalnya dengan F.

"Ternyata dia bohong. Dia nggak beli di Hong Kong tapi beli di sosialita yang juga dokter," katanya.

"Saya pikir dokter itu juga dari Hong Kong, ternyata itu tas sudah lama dan belinya di Madrid," kata Vien Tasman.

Kini, Fadel seakan lepas tanggung jawab dan belum menunjukkan itikad baik. Vien Tasman pun memutuskan untuk menyeret kasus ini ke ranah hukum.

Kasus tersebut telah terdaftar di Polda Metro Jaya dengan nomor laporan 7861/XII/2019/PMJ/Dit.reskrimum sejak 3 Desember 2019. Kini, kasus dugaan penipuan itu dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan dan tengah diproses pihak berwajib.

"Pasal yang disangkakan 378 dan 372 KUHP Ancaman 5 tahun. Sudah buat laporan proses hukum pun terus berjalan. (Terlapor) Sudah mangkir panggilan ke-2, (kini) dalam proses KUHP wajib dijemput paksa," kaya kuasa hukum Vien Tasman, Muhammad Alvin Fahrezy.