Kata Anies, Pencemaran Udara di Jakarta Membahayakan

Rabu, 23 September 2020 – 16:32 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan

JAKARTA, REQnews - Sebagai upaya menangani pencemaran udara yang semakin membahayakan dan juga mengatasi pandemi Covid-19, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendesak berbagai pihak untuk saling bekerjsama.

"Sistem kesehatan kita sudah mengalami tekanan yang luar biasa," kata dia dalam sambutannya pada peluncuran virtual dokumen kerja sama DKI dengan Bloomberg Philanthropies, Rabu, 23 September 2020. Menurut Anies, polusi udara di Ibu Kota merupakan masalah yang kompleks.

Untuk mengatasinya, ucap Anies, diperlukan pendekatan multisektoral. Pemerintah DKI harus bekerja sama, baik dengan organisasi internasional ataupun domestik. "Ini tanggung jawab kita untuk mengurangi tekanan lingkungan yang memang membuat masyarakat sakit," ujarnya.

Tingkat polusi udara di perkotaan termasuk Jakarta, tambah Anies, meningkat seiring dengan bertumbuhnya ekonomi. Menurut dia, kandungan partikulat Ibu Kota telah melampaui standar nasional ataupun World Health Organization (WHO). "Polusi di Jakarta khususnya kandungan partikulat yang membahayakan kesehatan kita telah melampaui panduan yang ditetapkan WHO dan standar naisonal," katanya.

Dijelaskan Anies, para pakar memprediksikan 5,5 juta kasus infeksi saluran pernapasan setiap tahunnya di Jakarta disebabkan karena polusi udara. Biaya kesehatannya diperkirakan Rp 60,8 triliun. Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mencatat jumlah hari tidak sehat dalam indeks standar kualitas udara dalam lima tahun terakhir meningkat. Pada 2015 terdapat 64 hari berkategori tak sehat. Angka itu naik menjadi 183 hari pada 2019.

Walau begitu, Anies memaparkan, Jakarta bisa tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan angka pencemaran udara. Dia berujar, pemerintah DKI telah menetapkan tujuh upaya meningkatkan kualitas udara dengan terbitnya Instruksi Gubernur DKI Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.

"Pada akhirnya perekonomian dan ekologi akan berasal dari akar yang sama dan kami harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan perlindungan ekologi bisa dilakukan secara bersamaan," jelas dia.

Hari ini pemerintah DKI dan Bloomberg Philanthropies meluncurkan dokumen Untuk Udara Bersih Jakarta tentang rencana mewujudkan udara bersih di Ibu Kota. Kerja sama bertujuan untuk meningkatkan kualitas udara dalam dua tahun ke depan.

Kerja sama ini diharapkan dapat mewujudkan visi jangka panjang Jakarta, yaitu menciptakan kota yang aman, produktif, dan berkelanjutan pada 2030. Dengan begitu, seluruh masyarakat sejahtera dan hidup sehat.