Intan Jaya Jadi Medan Perang KKB Vs TNI-Polri, Geografis Alamnya Ngeri

Jumat, 25 September 2020 – 13:50 WIB

Ini yang Perlu Diwaspadai TNI-Polri Jika Perang Lawan KKB di Intan Jaya

Ini yang Perlu Diwaspadai TNI-Polri Jika Perang Lawan KKB di Intan Jaya

JAKARTA, REQnews - Wilayah Intan Jaya bisa dipastikan menjadi tempat perang terbuka antara TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Kelompok separatis itu bahkan berani melakukan kontak senjata di Distrik Sugapa yang merupakan ibu kota Intan Jaya.

Tak ayal, KKB menjadikan Intan Jaya sebagai wilayah adu kekuatan mereka dengan pasukan TNI-Polri. Tercatat ada 17 peristiwa sadis yang diakibatkan KKB di wilayah tersebut. 

Dalam peristiwa itu, enam orang tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka. Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menduga ada unsur faktor geografis yang melatarbelakangi pemilihan wilayah Intan Jaya. 

KKB memilih Intan Jaya sebagai lokasi lantaran seluruh kawasan diapit oleh pegunungan. "Mereka pilih Intan Jaya karena arealnya cukup sulit untuk kita hadir dalam jumlah yang signifikan. Di situ daerah yang pipih, tebing-tebing, gunung-gunung, jadi sulit," kata Paulus.

Faktor tersebutlah yang membuat KKB dengan mudah melarikan diri usai berulah.

Selain itu, infrastruktur jaringan telekomunikasi di Intan Jaya turut menjadi kendala. Sehingga, koordinasi  antaraparat pun sulit dilakukan.

Irjen Paulus memastikan, polisi telah mengantongi data KKB yang beraksi di Intan Jaya. Dulu, kelompok itu dipimpin oleh Ayub Waker yang meninggal karena sakit pada 13 September 2019 dan digantikan oleh wakilnya.

"Panglima kodapnya sudah meninggal dunia yaitu Ayu b Waker. Tapi sekarang (Kodap VIII) dikomandoi oleh wakilnya, Sabinus Waker," kata Paulus. 

Dari sisi kekuatan, kelompok KKB berjumlah sekitar 50 orang. Namun, jumlah itu masih bisa bertambah lantaran beberapa kelompok lain kemungkinan bergabung ke kelompok Sabinus Waker.

Polisi mendeteksi, KKB di Intan Jaya memiliki puluhan senjata api hasil rampasan. "Sabinus Waker itu memiliki kekuatan 50 orang dengan 17 pucuk senjata api yang terdiri dari strayer hasil rampasan pada 2015, kemudian ada rampasan 2019 dan 2020, jumlahnya 17 pucuk," kata Paulus.