Makin Panas, AS-Cina Cekcok di Sidang Dewan Keamanan PBB

Jumat, 25 September 2020 – 23:00 WIB

Ilustrasi Sidang PBB (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Sidang PBB (Foto:Istimewa)

NEW YORK, REQNews – Amerika Serikat, Cina dan Rusia terlibat dalam kericuhan selama pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), yang membahas tentang pandemi virus Corona atau COVID-19.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan bahwa mereka telah gagal menangani COVID-19.

Guterres menyalahkan kurangnya kesiapan global, kerja sama dan solidaritas untuk mencegah virus itu menyebar di luar kendali. Hingga, jumlah kematiannya pun mencapai satu juta jiwa secara global.

"Pandemi adalah ujian nyata bagi kerja sama internasional. Saya takut yang terburuk akan terjadi jika krisis ini masih dihadapi dengan cara yang sama," kata Guterres dalam pertemuan itu, dilansir Al Jazeera, Jumat, 25 September 2020.

Duta Besar Amerika Serikat, Kelly Craft, juga mengulangi tuduhan tersebut pada pertemuan virtual dewan. Hal ini memicu tanggapan marah dari Duta Besar China, Zhang Jun.

"Cukup, sudah cukup. Anda telah menciptakan cukup banyak masalah bagi dunia. AS harus memahami bahwa menyalahkan orang lain tidak akan menyelesaikan masalahnya sendiri," kata Zhang Jun dengan tegas.

"Dengan teknologi dan sistem medis paling canggih di dunia, mengapa AS justru mencatat kasus dan kematian akibat COVID-19 yang paling banyak? Jika seseorang harus dimintai pertanggungjawaban, itu pasti beberapa politisi AS sendiri," imbuhnya lagi.

Pernyataan itu kembali ditanggapi dengan nada keras oleh Craft.

"Seharusnya kalian malu. Saya heran dan jijik dengan diskusi hari ini. Saya sebenarnya sangat malu dengan dewan ini, anggota dewan yang mengambil kesempatan ini untuk fokus pada dendam politik daripada masalah kritis yang ada," kata Craft.