Anak Gus Dur: Pemerintah dan DPR Tak Punya Sense of Crisis

Sabtu, 26 September 2020 – 19:02 WIB

Alissa Wahid

Alissa Wahid

JAKARTA, REQnews - Koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Wahid menyayangkan Pilkada 2020 tetap berlanjut pada 9 Desember 2020 mendatang, di tengah ancaman nyata pandemi Covid-19.

Menurut putri sulung Gus Dur ini, pemerintah dan DPR harusnya lebih peka terhadap situasi darurat yang sudah menelan korban hingga ribuan jiwa di Indonesia ini.

"Sikap pemerintah dan DPR hanya menunjukkan bahwa keduanya tidak memiliki sense of crisis terhadap wabah yang sudah merenggut lebih dari 9.000 nyawa. Lebih dari 100 dokter meninggal dalam perjuangan melawan wabah ini. Baik pemerintah maupun DPR masih meletakan kepentingan politik di atas kemanusiaan," kata Alissa Wahid, seperti dikutip dari Gusdurian.net, Sabtu 26 September 2020.

Ia meminta semua pemangku kepentingan untuk kembali mempertimbangkan pelaksanaan Pilkada 2020. Terlebih, alasan utamanya adalah kasus yang meningkat di atas 4.000 setiap hari.

Menurutnya keputusan pemerintah pusat dan DPR yang berkeras tidak mengundurkan perhelatan Pilkada 2020 perlu dipertanyakan. Ia mengatakan saat ini masyarakat masih berjuang keras melawan wabah.

"Sebagai lembaga negara, pemerintah pusat dan DPR semestinya melayani rakyat dengan menggunakan pertimbangan-pertimbangan yang bersandar pada kepentingan rakyat, bukan golongannya," ujarnya.

Alissa meminta calon kepala daerah dan partai politik memedulikan keselamatan warga dan mempertimbangkan ulang penyelenggaraan Pilkada 2020. Upaya ini, katanya, perlu dilakukan untuk membuktikan kelayakan kepala daerah yang mau berjuang demi keselamatan rakyat.