RUU Cipta Kerja, Bye Siaran Analog! Welcome Siaran Digital

Senin, 28 September 2020 – 03:01 WIB

RUU Cipta Kerja, Bye Siaran Analog! Welcome Siaran Digital (Foto: Istimewa)

RUU Cipta Kerja, Bye Siaran Analog! Welcome Siaran Digital (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - RUU Cipta Kerja dinilai bisa mempercepat siaran digital, ketika siaran analog berakhir. Negara pun akan memiliki spektrum yang kosong karena ditinggalkan, atau yang disebut dividen digital.

Pengamat telekomunikasi Indonesia,Nonot Harsono dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menakar peluang RUU Cipta Kerja terhadap migrasi siaran televisi dari analog menjadi digital. "Jika disepakati pasalnya berbunyi seperti itu, lugas," kata Nonot di Jakarta, Minggu 27 September 2020.

Kabarnya,  draft RUU Cipta Kerja untuk pasal yang mengatur analog switch off (ASO) berbunyi, migrasi penyiaran televisi dari analog ke digital dan penghentian siaran analog selesai paling lambat dua tahun sejak diundangkan.

Menurut Nonot, jika aturannya berbunyi demikian, maka ASO harus terjadi maksimal dua tahun. "Kalau tidak patuh, melanggar undang-undang," kata Nonot.

Meski pun begitu, Nonot menilai pemerintah perlu bersikap bijaksana seperti melakukan survey kebutuhan setup box dan uji coba siaran di daerah.

Terpisah, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail, saat webinar "Unlocking 5G Potential for Digital Economy in Indonesia", Kamis (24/9), mengindikasikan isu yang ada di spektrum low band 700MHz akan terjawab dengan RUU Cipta Kerja.

Siaran televisi analog saat ini menggunakan frekuensi 700Mhz. "Terkait dengan dividen digital, pindah dari analog ke digital bisa ditetapkan waktunya. Frekuensi tersebut bisa segera kita rilis," kata Ismail.