New York Times Bongkar Skandal Pajak Donald Trump

Senin, 28 September 2020 – 20:31 WIB

Donald Trump (Foto:Istimewa)

Donald Trump (Foto:Istimewa)

 

WASHINGTON, REQNews - The New York Times memberitakan jika Donald Trump hanya membayar 750 Dolar (Rp 11,2 juta) pajak penghasilan federal pada tahun 2016, tahun ketika dia mencalonkan diri sebagai presiden AS, dan pada tahun pertamanya di Gedung Putih.

Surat kabar itu mengaku memperoleh catatan pajak Trump dan perusahaannya selama dua dekade juga menuduh Trump tidak membayar pajak penghasilan sama sekali dalam 10 dari 15 tahun terakhir.

Catatan tersebut mengungkapkan “kerugian kronis dan tahun-tahun penghindaran pajak”, katanya.

Trump menyebut laporan itu “berita palsu”. “Sebenarnya saya membayar pajak. Dan Anda akan melihat laporan pajak saya- yang sedang diaudit, sudah lama diperiksa,” katanya kepada wartawan setelah berita itu diterbitkan pada Minggu, 27 September 2020.

“[Otoritas pajak Amerika Serikat (IRS)] tidak memperlakukan saya dengan baik… mereka memperlakukan saya dengan sangat buruk. Ada orang-orang di IRS – mereka memperlakukan saya dengan sangat buruk,” katanya.

Trump menghadapi urusan hukum karena menolak membuka dokumen tentang kekayaan dan bisnisnya.

Dia adalah presiden pertama sejak tahun 1970-an yang tidak mengumumkan pembayaran pajaknya kepada publik, meskipun hal ini tidak diwajibkan oleh undang-undang.

The Times mengatakan informasi dalam laporannya “diberikan oleh sumber yang memiliki akses hukum ke laporan pajak itu”.

Laporan itu muncul hanya beberapa hari sebelum debat presiden pertama antara Trump dengan saingan dari Demokrat Joe Biden dan beberapa minggu sebelum pemilihan presiden 3 November.

The Times mengatakan pihaknya meninjau laporan pembayaran pajak yang berkaitan dengan Presiden Trump dan perusahaan yang dimiliki oleh Trump Organization sejak tahun 1990-an, serta laporan pajak pribadinya untuk tahun 2016 dan 2017.

Dikatakan bahwa presiden hanya membayar pajak penghasilan sebesar sekitar Rp 11,2 juta pada tahun 2016 dan 2017, sementara dia tidak membayar pajak penghasilan sama sekali dalam 10 dari 15 tahun terakhir, “sebagian besar karena dia melaporkan kerugian lebih besar dari keuntungan yang dia hasilkan”.

Sebelum menjadi presiden, Trump dikenal sebagai pengusaha selebriti dan maestro properti.

Namun surat kabar tersebut mengatakan bahwa laporannya kepada IRS “menggambarkan seorang pengusaha yang menghasilkan ratusan juta dolar setahun namun secara agresif menggunakan dalih kerugian kronis untuk menghindari pembayaran pajak”.

Dalam laporan yang bisa dilihat publik (public filing), Presiden Trump mengindikasikan bahwa ia memperoleh setidaknya 434,9 juta dolar pada tahun 2018.

Namun, surat kabar The New York Times membantah hal ini, menuduh bahwa pengembalian pajaknya menunjukkan bahwa presiden mengalami kerugian sebesar 47,4 juta dolar.

 

WASHINGTON, REQNews - The New York Times memberitakan jika Donald Trump hanya membayar 750 Dolar (Rp 11,2 juta) pajak penghasilan federal pada tahun 2016, tahun ketika dia mencalonkan diri sebagai presiden AS, dan pada tahun pertamanya di Gedung Putih.

Surat kabar itu mengaku memperoleh catatan pajak Trump dan perusahaannya selama dua dekade juga menuduh Trump tidak membayar pajak penghasilan sama sekali dalam 10 dari 15 tahun terakhir.

Catatan tersebut mengungkapkan “kerugian kronis dan tahun-tahun penghindaran pajak”, katanya.

Trump menyebut laporan itu “berita palsu”. “Sebenarnya saya membayar pajak. Dan Anda akan melihat laporan pajak saya- yang sedang diaudit, sudah lama diperiksa,” katanya kepada wartawan setelah berita itu diterbitkan pada Minggu, 27 September 2020.

“[Otoritas pajak Amerika Serikat (IRS)] tidak memperlakukan saya dengan baik… mereka memperlakukan saya dengan sangat buruk. Ada orang-orang di IRS – mereka memperlakukan saya dengan sangat buruk,” katanya.

Trump menghadapi urusan hukum karena menolak membuka dokumen tentang kekayaan dan bisnisnya.

Dia adalah presiden pertama sejak tahun 1970-an yang tidak mengumumkan pembayaran pajaknya kepada publik, meskipun hal ini tidak diwajibkan oleh undang-undang.

The Times mengatakan informasi dalam laporannya “diberikan oleh sumber yang memiliki akses hukum ke laporan pajak itu”.

Laporan itu muncul hanya beberapa hari sebelum debat presiden pertama antara Trump dengan saingan dari Demokrat Joe Biden dan beberapa minggu sebelum pemilihan presiden 3 November.

The Times mengatakan pihaknya meninjau laporan pembayaran pajak yang berkaitan dengan Presiden Trump dan perusahaan yang dimiliki oleh Trump Organization sejak tahun 1990-an, serta laporan pajak pribadinya untuk tahun 2016 dan 2017.

Dikatakan bahwa presiden hanya membayar pajak penghasilan sebesar sekitar Rp 11,2 juta pada tahun 2016 dan 2017, sementara dia tidak membayar pajak penghasilan sama sekali dalam 10 dari 15 tahun terakhir, “sebagian besar karena dia melaporkan kerugian lebih besar dari keuntungan yang dia hasilkan”.

Sebelum menjadi presiden, Trump dikenal sebagai pengusaha selebriti dan maestro properti.

Namun surat kabar tersebut mengatakan bahwa laporannya kepada IRS “menggambarkan seorang pengusaha yang menghasilkan ratusan juta dolar setahun namun secara agresif menggunakan dalih kerugian kronis untuk menghindari pembayaran pajak”.

Dalam laporan yang bisa dilihat publik (public filing), Presiden Trump mengindikasikan bahwa ia memperoleh setidaknya 434,9 juta dolar pada tahun 2018.

Namun, surat kabar The New York Times membantah hal ini, menuduh bahwa pengembalian pajaknya menunjukkan bahwa presiden mengalami kerugian sebesar 47,4 juta dolar.