Tok! MK Larang Menkeu Sri Mulyani Pilih Ketua Pengadilan Pajak

Senin, 28 September 2020 – 22:00 WIB

Ilustrasi pengadilan (Foto:Istimewa)

Ilustrasi pengadilan (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Ketua Pengadilan Pajak dipilih dan diusulkan oleh Menteri Keuangan. Namun itu dulu. Terbaru, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak.

MK memutus ketua Pengadilan Pajak tidak lagi diusulkan Menteri Keuangan untuk diangkat oleh Presiden setelah disetujui Mahkamah Agung.

"Menurut Mahkamah, pembinaan Kementerian Keuangan kepada pengadilan pajak bukan berarti Kementerian Keuangan ikut terlibat dalam pemilihan ketua dan wakil ketua Pengadilan Pajak," ujar Hakim Konstitusi Suhartoyo dalam sidang pengucapan putusan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin 28 September 2020.

Meski Pengadilan Pajak masih di bawah pembinaan Kementerian Keuangan, MK ingin Pengadilan Pajak harus tetap independen dalam melaksanakan kewenangannya.

Untuk itu, hakim Pengadilan Pajak harus memiliki keleluasaan dalam memilih ketua dan wakil ketua yang akan memimpin tugas kekuasaan yudisial.

MK memandang para hakim Pengadilan Pajak tidak lagi memerlukan keterlibatan dari eksternal pengadilan dalam memilih ketua dan wakil ketua. Hal itu dikarenakan interaksi dengan pihak luar berpotensi mengganggu independensi hakim.

Keterlibatan Menteri Keuangan selanjutnya hanya bersifat administratif untuk menindaklanjuti hasil pemilihan ketua/wakil ketua yang diteruskan kepada Presiden setelah mendapat persetujuan Ketua Mahkamah Agung. Hal itu juga berlaku dalam pengusulan pemberhentian dengan hormat dan tidak hormat ketua dan wakil ketua Pengadilan Pajak.

Adapun permohonan itu diajukan oleh hakim Pengadilan Pajak Haposan Lumban Gaol, Triyono Martanto, dan Redno Sri Rezeki yang mendalilkan pengusulan ketua dan wakil ketua lembaga peradilan itu oleh Menteri Keuangan berpotensi mengurangi kemerdekaan hakim dalam memeriksa, mengadili, dan memutus perkara perpajakan.