Dokter Tirta Dapat Data Manipulasi PSBB Provinsi Jatim dari Tito

Senin, 28 September 2020 – 23:30 WIB

Dokter Tirta (Foto: Istimewa)

Dokter Tirta (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Dokter Tirta Mandira Hudhi kembali membuat kejutan pada publik. Ia menyebut nama Tito Adam yang membongkar manipulasi data COVID-19 yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dokter Tirta menyebut Tito adalah staf humas Pemkot Surabaya. Anak buah Wali Kota Tri Rismaharini itulah yang memberikan data tersebut ke Dokter Tirta.

Ia pun menyebut bahwa pandemi virus corona covid-19 telah ditunggangi oleh kepentingan politik. Seperti yang terjadi antara Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Surabaya.

Kata Tirta, Tito memberikan data jika Pemprov Jatim telah mengubah data terkait covid-19 milik Pemkot Surabaya.

"Ayo pemprov Jatim klarifikasi, ini data saya dapatkan dari saudara Tito Adam, staf humas pemkot Surabaya, Bu Risma memilih untuk diam mengakhiri drama tersebut dan akhirnya menggunakan anggarannya sendiri untuk swab gratis," kata Tirta dalam instragram livenya, Senin 28 September 2020.

Data yang digunakan adalah data penelitian yang menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat Jawa Timur terkait penggunaan masker selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih rendah.

Penelitian itu disusun oleh Pemkot Surabaya bersama Persakmi dan Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) Surabaya selama 19-23 Mei 2020 dengan subjek wilayah Jawa Timur.

"Lalu di bulan Juni datanya sama tapi diubah (oleh Pemprov Jatim) tanggal lokasinya beda, terus diserahin ke pak presiden, pak presiden marah ke bu Risma, ini awal mulanya Bu Risma dihujat, edan gak bro, pak Jokowi tu gak tau apa-apa loh, cuma dateng mau survey kenapa dikasih data seperti itu," kata dia.

Karena itu, Presiden Jokowi saat survey ke Surabaya mengatakan 70 persen warga Surabaya tak menggunakan masker selama pandemi Covid-19 yang membuat Surabaya dicap sebagai zona hitam.

Tito yang memberikan data tersebut ke Dokter Tirta. "Tadi disampaikan oleh Gugus Tugas bahwa masih 70 persen (warga) yang enggak pakai masker. Ini angka yang gede banget," kata Jokowi saat meninjau Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jatim, Kamis 25 Juni lalu.

Sebelumnya, Dokter Tirta mengkritik PSBB total yang diterapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Bahkan Dokter Tirta curiga ada muatan politik di balik seluruh kebijakan COVID-19.

Hal itu diungkap Dokter Tirta dalam akun Instagramnya, Dokter Tirta menumpahkan kegelisahannya terhadap penanganan Covid-19 di Indonesia. Kritik ini dia keluarkan dalam kapasitasnya sebagai tenaga medis.

"PSBB Jakarta tapi jumlah positif per hari tetap ribuan. Ujung-ujungnya warga yang disalahkan. Udah nggak makan. Disalah-salahin. Didenda pula. Saya kira PSBB beneran. Tapi yang dirazia cuma rumah makan dan lapangan," tulis keterangannya di akun Instagram @dr.tirta.

Denda yang diterapkan kali ini tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. Tidak hanya itu, ia juga mempertanyakan larinya uang denda yang dikeruk petugas, apakah ke rakyat atau ke yang lainnya.

"Saya yakin saya juga bakal remuk. Cepat atau lambat. Entah secara ekonomi/kena covid juga," kata dia.