Tampang Sih Seram, Tapi Preman Ini Nangis Saat Kena Razia Polisi

Jumat, 02 Oktober 2020 – 12:04 WIB

Preman nangis saat terjaring razia (Foto:Istimewa)

Preman nangis saat terjaring razia (Foto:Istimewa)

PALEMBANG, REQNews - Tim dari Polda Sumatera Selatan melakukan razia preman dan menangkap 46 pelaku yang berkedok pengamen dan juru pakir pada Kamis, 1 Oktober 2020. Ada yang menarik dari penangkapan preman kali ini, karena para preman menangis saat digelandang polisi.

Selain itu, petugas juga menyita lem dan minuman keras jenis tuak dari mereka.

Salah satu preman menangis saat ditangkap petugas. Dia bagian dari kelompok anak punk yang sedang mengamen di lampu merah Jalan Soekarno-Hatta, Kota Palembang.

Anak punk bernama Angga mengaku menangis karena pertama kali ditangkap polisi. Setiap harinya Angga mengamen bersama temannya mendapatkan Rp30.000 atau Rp50.000 untuk makan dan minum tuak.

"Nggak pernah ditangkap, saya lagi ngamen di pasar. Per hari tergantung bisa Rp30.000 atau Rp50.000 untuk makan dan minum tuak," ucap dia.

Selain di lampu merah, petugas juga merazia preman di Macan Lindungan, Pasar Kuto dan Pasar 16 Ilir Palembang. Operasi digelar untuk memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi mengatakan, puluhan orang yang diamankan ke Polda Sumsel dilakukan pendataan dan pemeriksaan guna mengetahui apakah ada yang pernah terlibat tindakan kejahatan.

Dari puluhan yang diamankan, kata dia, terdapat beberapa orang yang kedapatan sedang meminum minuman keras, seperti tuak dan menghisap lem. "Setelah dilakukan pendataan mereka yang tidak ada masalah diperbolehkan pulang," katanya.