Rebutan Kursi Kades di Bogor, Lutfi Diserang Pakai Celurit

Selasa, 06 Oktober 2020 – 12:01 WIB

Ilustrasi senjata tajam (Foto:Istimewa)

Ilustrasi senjata tajam (Foto:Istimewa)

BOGOR, REQNews - Perebutan kusi Calon Kepala Desa (Kades) Klapanunggal, Kabupaten Bogor menelan korban luka. Salah satu calon diserang pria bersenjata tajam di rumahnya, yang menyebabkan tiga orang anggota keluarga terluka sabetan cerurit.

Salah satu yang terluka adalah wanita berusia 60 tahun yaitu mertua calon kepala desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Peristiwa penyerangan satu keluarga ini terjadi, Senin, 5 Oktober 2020 petang menjelang azan Isya. Tiga korban luka adalah Lutfi (22), Andres (25), dan Fatimah (60).

Kapolsek Klapanunggal AKP Fadli Amri membenarkan aksi penyerangan terhadap calon Kepala Desa Klapanunggal. Namun Fadli menyebut tidak ada korban dalam aksi penyerang tersebut.

"Tidak ada korban. Dan saat ini situasi aman dan landai," kata dia.

Menurut Fadli, pihak penyidik masih menyelidiki kasus penyerangan yang dilakukan oleh beberapa orang Senin petang tadi.

"Motif penyerangannya apa, masih sedang dalam penyelidikan ya biar terang," ujarnya.

Peristiwa bermula saat Ade Gonon calon kepala desa Klapanunggal sedang menerima tamu. Tak lama kemudian, tiga orang mendatangi ke rumahnya sambil menenteng senjata tajam.

Satu orang lantas menghampiri Ade, dua orang lainnya berjaga-jaga di depan halaman rumahnya. Sementara sosok pria yang dia kenal menunggu dekat mobil.

Seseorang yang posisinya dekat dengan korban langsung mengayunkan celurit ke tubuh calon Kades Klapanunggal itu.

"Leher saya sempat disabet celurit, tapi alhamdulillah saya masih dilindungi oleh Allah, leher saya tidak apa-apa," papar Ade.

Ade kemudian mengangkat meja dan menjadikannya sebagai tameng untuk melindungi diri dari serangan pelaku. "Saya melindungi diri cuma pake meja," kata dia.

Tidak hanya itu, pelaku juga menyerang secara membabi buta, memecahkan kaca jendela, termasuk menyerang mertua dan dua anaknya. Tiga anggota keluarganya mengalami luka bacokan.

Menurut Ade, sejak sore para pelaku terlihat mondar mandir di depan rumahnya sambil membawa senjata tajam jenis celurit.

"Saksi yang melihat banyak. Ada satu mobil, di dalam ada lebih dari tiga orang. Bawa pasukan, di belakang mobil itu ada banyak orang juga. Sekdes, nunggu disana," terangnya.

Usai melakukan penyerangan, para pelaku termasuk seseorang yang bekerja di kantor desa langsung kabur.

Kuat dugaan, lanjut Ade, penyerangan dipicu karena kaitan kontestasi pemilihan kepala desa (Pilkades) Klapanunggal yang akan digelar Desember 2020 mendatang.

Namun dia tak menyebut secara terperinci permasalahan apa yang terjadi dengan pihak yang telah melakukan penyerangan terhadap dirinya.