Kerusakan Fasum Akibat Kericuhan Aksi Tolak Omnibus Law Capai Rp 65 Miliar

Sabtu, 10 Oktober 2020 – 04:03 WIB

Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria

Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria

JAKARTA, REQnews - Aksi demontrasi di Jakarta menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja berakhir ricuh di sejumlah lokasi. Sejumlah fasilitas umum (fasum) rusak akibat bentrokan tersebut.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, kerusakan fasilitas umum (fasum) mencapai Rp 65 miliar, termasuk yang dialami 25 halte TransJakarta. "Kerugian terbesar dari kerusakan fasum dialami halte TransJakarta menyusul kemudian pos polisi, lampu lalu lintas, papan separator, pot, tanaman, dan fasilitas lainnya," kata Riza (panggilan akrab Ahmad Riza Patria) di Balai Kota Jakarta, Jumat, 10 Oktober 2020.

Dirinya memastikan layanan transportasi umum di Jakarta tidak terganggu. Pasalnya, Pemprov DKI telah mengambil solusi terhadap halte yang rusak itu dengan mengurangi dan mengalihkan rute bus Transjakarta. Dia pun telah meminta jajarannya agar segera melakukan perbaikan terhadap halte TransJakarta yang rusak, dibersihkan, dan secepatnya dapat digunakan.

"Jadi yang secara umum terkait transportasi umum di Jakarta kita tidak ada masalah, kita carikan solusinya sehingga masyarakat tetap bisa menggunakan transportasi umum," tutur dia. Atas kejadian tersebut, Riza meminta pada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan berlebihan hingga perusakan fasilitas publik saat menyampaikan aspirasi pendapatnya.

Saat ini, ada sekitar 25 halte Transjakarta yang dibakar dan dirusak massa tak dikenal, sekitar 18 pos polisi dibakar, Gedung Kementerian ESDM serta Wisma Antara mengalami kerusakan dan beberapa jalan ditutup serta mengalami kerusakan karena pembakaran material pembatas jalan, imbas dari demonstrasi memprotes Undang-undang Cipta Kerja pada Kamis, 8 Oktober 2020.