KPK Telisik Pemberi dan Motif Gratifikasi SGD 100 Ribu kepada Boyamin MAKI

Sabtu, 10 Oktober 2020 – 07:07 WIB

 Boyamin Saiman (foto:Istimewa)

Boyamin Saiman (foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan mendalami gratifikasi senilai SGD 100.000 atau setara Rp 1,084 miliar yang diterima Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.

KPK tidak hanya menelusuri pihak pemberi, tapi juga mendalami motif mengapa uang tersebut diserahkan ke Boyamin.

"Bisa dilihat nanti siapa yang memberi dan kaitannya apa," kata Deputi Penindakan KPK, Karyoto di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020.

Lebih lanjut Karyoto mengapreasiasi dan menghargai langkah Boyamin melaporkan uang yang diterimanya. Apalagi Boyamin bukan seorang penyelenggara atau pejabat yang berkewajiban melaporkan setiap penerimaan gratifikasi ke KPK.

"Kita sangat hargai peran serta masyarakat dan Boyamin cukup luar biasa juga. Memang kalau dikatakan gratifikasi itu kan bukan penyelenggara negara bukan pejabat," katanya.

Diketahui, Boyamin melaporkan dugaan gratifikasi sebesar SGD 100.000 kepada Direktorat Gratifikasi KPK. Boyamin mengaku bukan penyelenggara negara atau pejabat yang berkewajiban melaporkan setiap penerimaan gratifikasi. Namun, sebagai orang yang bergerak di bidang pemberantasan korupsi dan membantu aparat negara memberantas korupsi, termasuk dalam perkara Joko Tjandra, Boyamin merasa tidak berhak menerima uang tersebut.

Apalagi, uang itu diberikan oleh seseorang agar Boyamin tidak terus-menerus membongkar inisial-inisial dalam skandal Djoko Tjandra. Meski demikian, Boyamin tidak mengetahui asal usul atau sumber uang tersebut.