Muncul ke Publik, Prabowo Bongkar Dalang Perusuh Demo Omnibus Law! Ini Sosoknya

Selasa, 13 Oktober 2020 – 09:35 WIB

Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)

Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akhirnya muncul ke publik menyikapi dalang demo rusuh UU Cipta Kerja pada Kamis 8 Oktober lalu. Prabowo mengungkap dan meyakini bahwa dalangnya adalah negara asing.

Bahkan Prabowo tak segan jika pendemo penolak UU Cipta Kerja dibiayai asing. Hal itu diungkapkan Prabowo Subianto dalam sebuah video wawancara yang dilansir DPP Partai Gerindra, Senin 12 Oktober 2020 malam.

Asing yang dimaksud adalah negara-negara di luar Indonesia yang tak suka dengan Indonesia. Sebab UU Cipta Kerja yang dipelopori Presiden Joko Widodo, kata dia, memiliki tujuan yang baik.

Para penolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja itu pun mudah tergiring hoaks yang bersumber dari asing luar negeri. Selain itu penolak UU Cipta Kerja kemakan hoaks.

"Banyak sekarang ini yang kemarin demo itu belum baca hasil omnibus law itu dan banyak hoaks. Banyak hoaks di mana-mana seolah ini tidak ada, itu tidak ada," ujar Prabowo.

Hoaks yang mengiringi UU Cipta Kerja bertujuan menimbulkan kekacauan di dalam negeri. "Ada kekuatan-kekuatan asing, ada negara-negara tertentu di dunia yang tidak pernah suka Indonesia aman dan maju," ujar Prabowo.

Hal ini terlihat ketika ada oknum yang memanfaatkan aksi tolak UU Cipta Kerja, untuk merusak fasilitas umum. Padahal, fasilitas-fasilitas tersebut dibangun dengan uang rakyat untuk membantu masyarakat.

"Ini pasti ada dalangnya. Ini pasti anasir-anasir ini, ini pasti anasir yang dibiayai asing. Tidak mungkin seorang patriot mau bakar milik rakyat," ujar Prabowo.

Salah satunya, mengurangi hambatan-hambatan yang bisa membuat lambat kebangkitan ekonomi di Indonesia. Apalagi, Indonesia saat ini tengah diterpa pandemi Covid-19 yang berdampak negatif ke semua sektor.

Buruh juga menjadi salah satu yang terdampak dari keadaan yang terjadi saat ini. "Jadi ini kadang-kadang suatu dilema, katakanlah buah simalakama. Kita mau bantu buruh sekarang dan semua yang sulit tidak hanya buruh," ujarnya.