Peringatan untuk Pendemo Ciptaker, Mahfud: Intel Kita Banyak!

Jumat, 16 Oktober 2020 – 15:00 WIB

Menkopolhukam Mahfud MD (Foto: Istimewa)

Menkopolhukam Mahfud MD (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Pemerintah mengerahkan seluruh kekuatan intelijennya mengawasi demo UU Cipta Kerja yang dilakukan mahasiswa, buruh dan Anak STM. Bahkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD sesumbar jika intelijen pemerintah yang dikerahkan dalam jumlah banyak. 

Dari bocoran intelijen, demonstrasi menolak UU Cipta Kerja akan berlangsung sampai 28 Oktober 2020. “Kan kita punya intel, ingat intel itu bukan cuma BIN ya. Ada Kabagintelkam, Kabaintel Kejagung, intel imigrasi, intel kita banyak sekali,” kata Mahfud dalam program Rosi Kompas TV, Jumat 16 Oktober 2020.

Mahfud pun menjamin demo tak ada penangkapan asalkan berjalan tertib. Diakuinya, pemerintah tak akan membatasi demo dan aparat kepolisian siap mengawal aksi penyampaikan aspirasi tersebut.

Sejauh ini, lanjut Mahfud, data intelijen yang disampaikan ke pemerintah, demo bakal berlangsung sampai 28 Oktober saja.

Untuk itu, Mahfud mengatakan pendemo diminta tidak rusuh. “Kalau sampai terjadi (rusuh atau anarkis) pasti di luar itu (ketentuan UU). Kalau terjadi penangkapan itu di luar ketentuan UU, UU Nomor 9 tahun 1998,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Mahfud menjamin suara kritis tak akan diganjar dengan penangkapan. Mereka yang kritis lanjutkan saja, tapi ingat kata Mahfud, jangan sampai memancing kerusuhan. Sebab kalau demikian, aparat bakal menindak.

“Kita jamin, siapa buktinya yang ditangkap hanya karena demo tak terbukti lakukan pancing kerusuhan dan tindakan kekerasan. Semuanya terlihat, terbuka bisa dinilai masyarakat, saya jamin tak terjadi ada-apa, polisi tak represif kalau demo itu tertib,” ujarnya.