Dugaan Rekayasa Pasien Covid-19, Keluarga Pasien Lapor ke Polda Riau

Sabtu, 17 Oktober 2020 – 07:01 WIB

Jenazah COVID-19 (Foto:Istimewa)

Jenazah COVID-19 (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dan Rumah Sakit RS) Ibnu Sina dilaporkan ke Polda Riau oleh keluarga almarhumah W. Laporan ke Polda Riau itu dilakukan langsung oleh Wince, anak korban bersama kuasa hukumnya Suroto.

Laporan ini buntut dari dugaan bahwa W yang diketahui meninggal pada 28 September 2020 dan negatif namun dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari dari keluarga almarhumah W.

"Iya, keluarganya melapor. Terlapornya Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru," kata Sunarto, Jumat, 16 Oktober 2020.

Kuasa Hukum, Suroto mengatakan selain melaporkan dugaan manipulasi data W, pihaknya juga melaporkan dugaan pidana khusus. Namun, ternyata laporan itu tidak dapat dilakukan bersamaan.

"Kita sudah laporkan ke Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Riau," kata Suroto, Jumat, 16 Oktober 2020.

Selain dugaan manipulasi data, laporan itu juga lantaran tak kunjung dipindahkannya makam W dari pemakaman khusus Covid-19 ke pemakaman umum oleh pihak terkait.

Kasus ini bermula dari almarhumah W kala itu dibawa ke rumah sakit oleh keluarga karena sakit dan tak sadarkan diri. Sesampainya di RS Ibnu Sina, almarhumah diperiksa dan divonis mengalami gagal ginjal. Saat diperiksa paru-parunya, ternyata bersih dari gejala Covid-19.

Dengan diagnosa itu, almarhumah W diharuskan untuk melakukan pencucian darah. Namun upaya itu gagal dilakukan karena darah pasien telah menggumpal sehingga menganggu sejumlah organ lainnya, termasuk paru-paru.

Selanjutnya, petugas medis kembali melakukan pemeriksaan paru-paru pasien dan ditemukan bercak. Sehingga pasien dipindahkan untuk dirawat di ruang isolasi dan dilakukan uji swab.

Upaya cuci darah dilakukan kembali namun kala itu pasien koma dan nahas pasien menghembuskan nafas terakhirnya.

Sebelum meninggal dunia, hasil swab pertama keluar dengan hasil negatif. Sehingga keluarga meminta almarhum di bawa pulang dan makamkan secara normal. Permintaan keluarga itu tidak mendapat izin dari pihak RS dengan alasan swab kedua belum keluar hasilnya.

Karena hasil swab kedua tak kunjung keluar, maka pihak keluarga mengikhlaskan pasien dimakamkan sesuai dengan protokol Covid-19. Tak lama, hasil swab kedua pun keluar dengan hasil negatif.

Namun, pada 30 September 2020, keluarga pasien mendapatkan laporan bahwa pasien masuk dalam daftar pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Menurut Suroto, langkah ini dilakukan agar permasalahan covid-19 di Pekanbaru menimbulkan titik terang.

"Harapannya agar supaya cepat diproses dan terang benderan kenapa ada kesalahan data, apakah itu disengaja atau tidak," jelasnya.