Tak Ada Ampun untuk Anggota Polri yang Terlibat LGBT

Sabtu, 17 Oktober 2020 – 08:01 WIB

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono (foto: istimewa)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono (foto: istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menegaskan, pihaknya tak akan segan-segan memberi hukuman berat bagi anggota kepolisian yang terlibat atau bergabung di kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Awi menyebut, larangan menjadi LGBT sudah jelas tertuang di Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri, pada Pasal 11 huruf c, bahwa setiap anggota kepolisian wajib menaati dan menghormati norma kesusilaan, norma agama, nilai-nilai kearifan lokal, dan norma hukum.

"Jadi, kalau terjadi hal tersebut tentunya Polri akan tindak tegas karena memang sudah ada aturan hukumnya bagi yang melanggar tentunya sanksi kode etik sudah menunggu," kata Awi di Jakarta, Jumat 16 Oktober 2020.

Awi juga angkat bicara soal kasus LGBT di lingkungan Korps Bhayangkara yang melibatkan oknum Brigjen E yang sempat ditahan Propam Polri beberapa waktu lalu.

"Masih menunggu dari Propam Polri soal perkembangan kasus itu dan laporan-laporan lain yang ada," ujar Awi.

Mengenai berapa banyak personel Polri yang sudah dikenai sanksi atas hal ini dan perkembangan kasus LGBT lainnya, Awi mengaku akan menanyakan lagi ke propam untuk data tepatnya.

"Nanti kami tanyakan perkembangannya di propam ya," kata Awi.