Rocky Gerung: Ali Mochtar Ngabalin Badut, Cocok Ditertawakan

Sabtu, 17 Oktober 2020 – 12:32 WIB

Rocky Gerung (Foto:Istimewa)

Rocky Gerung (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews – Rocky Gerung menanggapi pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin yang mengatakan demonstran penolak UU Omnibus Law Cipta Kerja adalah sampah di negeri karena berunjuk rasa di tengah pandemi Covid-19. Dan menyebut Ngabalin sebagai badut dan cocok untuk ditertawakan.

“Saya suka kagum pada kemampuan Ngabalin untuk menghina otaknya sendiri,” kata Rocky Gerung dilihat dari video yang tayang di kanal YouTube-nya, Jumat 15 Oktober 2020.

Dalam video tersebut, Rocky juga menilai Ngabalin tak mengerti dengan sejarah. Menurutnya, pernyataan Ngabalin sangat kontradiktif dengan sejarah yang ada lantaran munculnya demokrasi justru berawal dari demonstrasi pada 1789 di bulan Juli.

“Ketika itu rakyat memutuskan untuk memenggal Raja Louis ke-14 itu 1789 dan itu awal dari demokrasi, yang memperlihatkan demokrasi itu adalah milik mereka yang berada di luar Istana. Yang di Istana justru nonton, bahwa kepala raja tak sakral, sehingga ada slogan liberte, egalite, fraternite, kebebasan, persaudaraan, dan kesetaraan,” ujar Rocky Gerung.

“Jadi Ngabalin tidak pernah belajar sejarah,” sambungnya.

Menurut pengamat politik ini, hal yang disampaikan Ngabalin terhadap para pendemo UU Cipta Kerja yang disebutnya sampah demokrasi adalah bentuk penghinaan.

Pasalnya, kata Rocky, para demonstran tersebut di jalan bukan sampah demokrasi, melainkan rakyat yang sedang menuntut keadilan.

“Terus ada satu orang dari dalam pagar menghina jutaan orang yang lagi bergerak (demo), apa nggak dungu? Jadi dia buta sejarah dan buta konsep, itu intinya,” ujarnya.

Rocky pun mengatakan, pernyataan yang dikeluarkan Ali Mochtar Ngabalin tidak perlu ditanggapi. Menurutnya, dia lebih cocok ditertawakan.

“Dia nggak usah diomelin, dia ditertawain saja. Kenapa? Karena cara terhormat untuk menghargai badut adalah dengan menertawakannya,” ujar Rocky Gerung.