Anwar Ibrahim Kembali Berurusan dengan Polisi

Sabtu, 17 Oktober 2020 – 20:32 WIB

 Anwar Ibrahim (Foto:Istimewa)

Anwar Ibrahim (Foto:Istimewa)

KUALA LUMPUR, REQNews - Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dimintai keterangan oleh kepolisian Malaysia, Jumat, 16 Oktober 2020, seputar klaim soal dukungan mayoritas dari parlemen untuk menjadi perdana menteri, menggeser posisi Muhyiddin Yassin.

Direktur Unit Penyelidikan Khusus (CID) Kepolisian Diraja Malaysia Huzir Mohamed mengatakan, Anwar dimintai keterangan soal klaim dukungan dari 121 anggota parlemen.

"Dia diperiksa terkait penyidikan beredarnya 121 nama anggota parlemen pendukungnya yang dimuat di portal online," kata Huzir, dikutip dari The Star, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Dia menambahkan, penyelidikan Anwar diklasifikasikan berdasarkan Pasal 505 (b) KUHP dan Pasal 233 Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia tentang menyebarkan pernyataan dengan tujuan untuk menimbulkan keresahan publik atau membujuk publik untuk melakukan pelanggaran terhadap negara serta membagikan konten yang menyinggung atau mengancam.

Menurut Huzir, kepolisian Malaysia menerima 113 laporan masyarakat, termasuk dari anggota parlemen yang namanya dicatut Anwar, padahal tidak mendukungnya.

"Tuduhan itu banyak beredar di media, menimbulkan spekulasi tidak sehat. Beredadrnya pernyataan secara online itu dilakukan dengan tujuan untuk menimbulkan ketakutan atau keresahan publik atau membujuk masyarakat untuk melakukan pelanggaran terhadap negara," ujarnya.

Anwar tak hanya dimintai keterangan soal klaim dukungan parlemen Dewan Rakyat, ada beberapa kasus lain yang sedang diselidiki termasuk pernyataan bahwa pemerintah yang dipimpin Perdana Menteri Muhyiddin Yassin telah jatuh karena kurangnya dukungan mayoritas parlemen.

Bukan hanya itu, Anwar juga dimintai keterangan soal kasus sodomi.

Hal lain adalah terkait pernyataan miring seputar pemberlakuan perintah kontrol pergerakan (MCO) pandemi Covid-19 yang memicu maraknya perjudian.

Hal lain, kata Huzir, pernyataan soal masuknya 6,7 juta warga asing ke Malaysia selama MCO.

"Penyidikan dilakukan secara profesional dan tanpa tekanan atau instruksi politik dari pihak manapun," ujarnya, seraya meminta semua pihak memberi ruang kepada kepolisian untuk melakukan penyidikan yang adil dan transparan.