Daftar 7 Prajurit TNI yang Terlibat LGBT, Ada Kapten IC dan Terbanyak dari AU

Minggu, 18 Oktober 2020 – 09:35 WIB

LGBT (Foto: Ilustrasi)

LGBT (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, REQnews - Kasus Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang melibatkan prajurit TNI di Jawa Tengah cukup banyak. Hal itu terlihat dari banyaknya kasus yang ditangani Pengadilan Militer II-10 Semarang.

Tercatat ada tujuh kasus prajurit TNI terkait LGBT di wilayah hukum Jawa Tengah. Jumlah itu termasuk kasus Praka P, yang sudah diputuskan untuk dipecat dan kini tengah mengajukan banding.

“Ada tujuh terdakwa. Salah satunya P, yang sudah divonis dan dipecat. Yang bersangkutan tengah mengajukan banding,” kata Menurut Humas Pengadilan Militer II-10 Semarang, Letkol Asmawi kepada wartawan, Sabtu 17 Oktober 2020.

Ketujuh personel TNI tersebut yakni, Serka RR, Pelda AN, Serka AD, Kapten IC, Serka SGN, Serka AAB, dan Praka P. Wakil Kepala Pengadilan Militer II-10 Semarang Letkol Sus Wahyupi mengatakan, prajurit yang terpapar LGBT tersebut berasal dari satuan yang berbeda dan juga tidak hanya berasal dari Jawa Tengah.

Pihaknya menangani persidangan karena berdasarkan lokasi berhubungan. “Ada tujuh perkara dengan tujuh terdakwa. Satu dari TNI AD dan enam dari TNI AU,” kata Wahyupi menambahkan.

Sementara itu, Kapendam IV Diponegoro Kolonel Susanto menegaskan bahwa Kodam IV Diponegoro akan memberi sanksi tegas bila ada personelnya yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan pimpinan, termasuk prajurit yang memiliki perilaku seksual menyimpang.

“Bagi setiap pelanggar disiplin sekecil apapun, termasuk perilaku seks menyimpang akan ditindak tegas. Tidak ada ampun. Itu sudah mencoreng institusi TNI”, kata Susanto dengan tegas.

Sebelumnya, Pengadilan Militer II-10 Semarang memecat Praka P sebagai prajurit TNI karena terbukti melakukan hubungan seks sesama jenis dengan Pratu M. Selain dihukum 1 tahun penjara, P juga dipecat dari dinas militer.

P didakwa melanggar Pasal 103 ayat 1 KUHP Militer, yaitu tidak menaati perintah dinas. Perintah dinas yang dimaksud adalah Surat Telegram Panglima TNI Nomor ST/1648/2019 tanggal 22 Oktober 2019 tentang Larangan terhadap Prajurit TNI dan PNS serta keluarganya untuk tidak melakukan hubungan sesama jenis.