Rumus Teori Lelang Antar Dua Ekonom AS Raih Nobel Ekonomi 2020

Minggu, 18 Oktober 2020 – 12:30 WIB

Robert dan Milgrom (Foto: Istimewa)

Robert dan Milgrom (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Dua ekonom AS; Paul Milgrom dan Robert Wilson pasti sangat berbahagia di tahun ini. Sebab Royal Swedish Academy of Sciences menganugerahkan Nobel Ekonomi atas kontribusi mereka pada teori lelang.

Sebagai informasi, Nobel Ekonomi secara resmi dikenal dengan nama Sveriges Riksbank Prize in Economic Sciences, yang didirikan bank sentral Swedia, dan diberikan sejak 1969.

Milgrom dan Wilson diketahui sebagai ekonomi yang mempelajari cara kerja lelang. Mereka juga menggunakan wawasan mereka untuk merancang format lelang baru untuk barang dan jasa, yang sulit dijual dengan cara tradisional; seperti frekuensi radio.

Penemuan mereka menguntungkan penjual, pembeli, dan pembayar pajak di seluruh dunia. Orang selalu menjual barang kepada penawar tertinggi, atau membeli dari siapa pun yang yang melakukan penawaran termurah.

Sebabnya, lelang meliputi tidak hanya benda rumah tangga, barang seni, barang antik, tapi juga sekuritas, mineral, dan energi. Pengadaan publik juga bisa dijual dengan cara lelang.

Menggunakan teori lelang, peneliti mencoba memahami hasil dari aturan berbeda untuk penawaran dan harga akhir. Analisisnya sulit, karena bidder berperilaku strategis, berdasarkan informasi tersedia.

Mereka mempertimbangkan apa yang mereka ketahui sendiri, dan yang mereka yakini diketahui penawar lain. Robert Wilson mengembangkan teori pelelangan benda dengan nilai yang sama, nilai yang sebelumnya tidak pasti tapi pada akhirnya sama untuk semua orang. Contoh, nilai frekuensi radio masa depan, atau volume mineral di suatu hamparan tanah di satu daerah.

Ia menunjukkan mengapa penawar rasional cenderung menempatkan tawaran di bawah perkiraan terbaik mereka dari nilai umum. Mereka khawatir tentang kutukan pemenang, yaitu membayar terlalu banyak dan kalah.

Paul Milgrom merumuskan teori lelang yang lebih umum, yang tidak hanya memungkinkan nilai-nilai umum tapi juga nilai pribadi yang bervariasi dari satu ke lain penawar. Dia menganalisis strategi penawaran dalam sejumlah format lelang, menunjukan bahwa format tersebut akan memberi penjual pendapatan diharapkan lebih tinggi saat penawar mempelajari taksiran nilai selama penawaran.

Peter Fredriksson, ketua Komite Hadiah Nobel Ekonomi, mengatakan; “Pemenang Nobel Ekonomi tahun ini memulai dengan teori fundamental dan menggunakan hasilnya dalam aplikasi praktis, yang menyebar secara global. Penemuan mereka sangat bermanfaat bagi masyarakat."