Yakin Papua Barat Merdeka, Freddy Waromi Sembunyi di Ketiak Vanuatu

Senin, 19 Oktober 2020 – 05:00 WIB

Freddy Waromi (Foto: Istimewa)

Freddy Waromi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Freddy Waromi, selaku.pengurus kantor ULMWP sesumbar mengatakan, kemerdekaan politik bagi West Papua sudah dekat dan akan tiba pada saatnya. Sayangnya, pernyataan itu diucapkan Freddy di balik 'ketiak' Vanuatu. 

Mengutip Dailypost, Minggu 18 Oktober 2020, pernyataan itu ia kemukakan setelah pidato Perdana Menteri Vanuatu, Bob Loughman di Sidang Majelis Umum PBB tahun 2020 lalu.

“Vanuatu adalah harapan kuat kami untuk mendukung kemerdekaan rakyat Papua Barat. Kami mendapat dukungan dari tetangga dan saudara laki-laki dan perempuan Melanesia di kawasan Pasifik serta di Karibia dan Afrika yang sangat kami syukuri," kata dia.

Ia menambahkan keyakinan dan keinginan besar yang sangat dihargai oleh Papua Barat tentang pendirian Vanuatu tentang kebijakan dekolonisasi. Freddy Waromi datang ke Vanuatu pada Desember 2016 untuk mempertahankan kantor ULMWP di Port Vila.

Sehari-hari ia bekerja erat dengan Pastor Alan Nafuki, ketua Dewan Kristen Vanuatu dan tokoh kunci Vanuatu dalam perjuangan gerakan kemerdekaan West Papua.

Saat ini, Waromi mengklaim hingga kini 79 negara mendukung kemerdekaan West Papua. Pihaknya masih membutuhkan 43 negara lagi di PBB untuk membuat total 120, jumlah yang diperlukan untuk memberikan mandat kepada PBB untuk memberikan West Papua sebuah kemerdekaan politik.

“Kami akan terus bernegosiasi melalui diplomasi dan kami yakin kemerdekaan politik untuk Papua Barat akan segera datang dan pada akhirnya akan datang,” ujarnya. 

Waromi mulai bergabung dengan kelompok pejuang kemerdekaan sejak usia 15 tahun tinggal di hutan dan saat ini menjabat sebagai wakil panglima ULMWP.

Freddy Waromi juga mengaku telah menjalin hubungan dekat dengan Presiden Bougainville, Ishmael Toroama, untuk mendukung ULMWP dalam perjuangan penentuan nasib sendiri. 

Benny Wenda, ketua ULMWP, telah menyampaikan ucapan selamat kepada Toroama. Dalam sepucuk surat berisi ucapan dan pesan politik, Wenda mengaku terpilihnya Ismael Toroama sebagai Presiden Bougainville merupakan kemenangan perjuangan bangsa West Papua.

“Kepemimpinan Anda akan membuahkan hasil bagi nasib dan masa depan Bougainville,” tulisnya.