Terjaring Operasi Intelijen, 7 Orang Jadi Tersangka Penggerak Demo Pelajar

Selasa, 20 Oktober 2020 – 14:30 WIB

Pelajar Ikut Demo (Foto:Istimewa)

Pelajar Ikut Demo (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Tujuh orang telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya sebagai penggerak pelajar untuk membuat kericuhan saat unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pada 8 dan 13 Oktober 2020.

Awalnya Polda Metro Jaya menangkap tiga pemuda yang diduga sebagai penggerak pelajar untuk membuat kericuhan yang berujung pada perusakan dan pembakaran fasilitas umum.

Lalu kembali menangkap terduga penggerak pelajar empat orang, sehingga totalnya menjadi tujuh.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan,  pihaknya bersama Polda Metro Jaya  menangkap para terduga pelaku di lokasi berbeda pada Senin, 19 Oktober 2020.

"Dari 7 orang yang ditangkap tersebut, 3 di antaranya admin WhatsApp Group (WAG) STM se-Jabodetabek, 3 admin grup Facebook se-Jabodetabek dengan jumlah follower lebih dari 21,000 anggota dan 1 admin Instagram Panjang.Umur.Perlawanan," ujar Ferdy Sambo, Selasa, 20 Oktober 2020.

Ferdy mengungkapkan bahwa para tersangka melakukan ajakan dan penghasutan pada demo anarkis hari Kamis, 8 Oktober 2020 dan Selasa, 13 Oktober 2020 di Jakarta.

Ferdy belum dapat merinci kronologi penangkapan para terduga pelaku. Ketujuh orang tersebut kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan pasal berlapis.

Yakni, Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 214 KUHP dan atau Pasal 211 KUHP dan atau Pasal 212 KUHP dan atau Pasal 216 KUHP dan atau Pasal 218 KUHP dan atau Pasal 358 KUHP Jo Pasal 55, 56 KUHP, Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 UU Nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).