Pengen Kurus Lalu Sedot Lemak, Eh Malah Tewas di Tangan Pemilik Salon Kecantikan Ini

Rabu, 21 Oktober 2020 – 02:01 WIB

 Coco Siew Zhi Shing (Foto:Istimewa)

Coco Siew Zhi Shing (Foto:Istimewa)

MALAYSIA, REQNews - Model cantik bernama Coco Siew Zhi Shing dari Malaysia tewas saat menjalani sedot lemak untuk menurunkan berat badan agar terlihat cantik saat hari pernikahannya.

Coco Siew Zhi Shing meninggal pada Sabtu pekan lalu saat menjalani sedot lemak di salon kecantikan ilegal.

Kepolisian Malaysia sudah menahan pemilik salon yang berlokasi di Cheras, Kuala Lumpur, tersebut.

Kakak laki-laki Coco, Xiao Mingan, mengatakan, adiknya ingin tampil sebaik mungkin dalam pernikahannya. Dia menemukan salon tersebut melalui online. Untuk menjalani sedot lemak di tangan, lanjut Xiao, Coco telah membayar 2.500 ringgit atau sekitar Rp8,9 juta.

Coco datang ke salon didamping rekannya. Dia lalu menerima suntikan anestesi setelah tiba. Setelah 30 menit menerima suntikan, Coco merasa tidak enak badan. Sekitar 1 jam kemudian, jantungnya berhenti berdetak.

Dia langsung dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak bisa diselamatkan dan meninggal pukul 17.00 waktu setempat.

"Setelah kami tanya berulang kali, orang yang bertanggung jawab di salon akhirnya mengakui mereka tidak memiliki izin untuk melakukan prosedur medis seperti itu, melainkan hanya diberi izin perawatan kecantikan biasa," kata Xiao, kepada Sin Chew Daily, seperti dilaporkan kembali The Straits Times, Selasa, 20 Oktober 2020.

"Ahli kecantikan yang melakukan prosedur itu kepada saudara perempuan saya tidak punya izin profesional," ujarnya, menegaskan.

Dua pemilik salon kecantikan, seorang perempuan dan putrinya, ditahan untuk menjalani penyelidikan.

"Kami masih memastikan penyebab kematiannya," kata pejabat kepolisian Kuala Lumpur, Saiful Azly Kamaruddin.

Paket sedot lemak di salon kecantikan itu diiklankan dengan harga antara 1.500 dan 3.800 ringgit.

Xiao mengatakan, Coco sebenarnya menjalani gaya hidup sehat dan sangat memperhatikan penampilan. Perempuan 23 tahun itu menjadi juara pertama kompetisi modeling Asia pada 2014.

"Saya berharap pengalaman saudara perempuan saya menjadi peringatan bagi banyak perempuan muda," kata Xiao.