Jenderal Polri Ini Ngaku Tahu Identitas Penggerak Pelajar di Demo Omnibus Law, Siapa?

Selasa, 20 Oktober 2020 – 20:00 WIB

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana (Foto: Istimewa)

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Mungkin sejumlah pihak yang menjadi penggerak pelajar untuk ikut demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja sedang harap-harap cemas. Pasalnya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana sudah mengidentifikasi keberadaan mereka yang terlibat dalam ricuh unjuk rasa menolak Omnibus Law pada 8 dan 13 Oktober 2020.

Meski tidak menyebutkan jumlah penggerak pelajar, jenderal bintang dua ini mengatakan ada beberapa dan pihaknya masih terus menyelidiki keterlibatan oknum tersebut.

"Kami sampaikan penggerak pelajar dari SMK, SMP, bahkan sampai SD ada beberapa yang sudah kami identifikasi. Ada beberapa dan terus kita lakukan penyelidikan," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Senin 19 Oktober 2020.

Setidaknya Polda Metro Jaya telah menetapkan sebanyak 131 tersangka dalam ricuh unjuk rasa pada 8 Oktober 2020 dan 13 Oktober 2020. Dari 131 orang tersebut sebanyak 69 telah ditahan.

Bersama dengan jajaran Polres di wilayah hukumnya, Nana mengaku polisi sudah mengamankan sebanyak 1.192 orang pada ricuh unjuk rasa menolak Omnibus Law pada 8 Oktober 2020.

Kemudian pada unjuk rasa 13 Oktober 2020 yang kembali ricuh, pihak kepolisian kembali mengamankan 1.377 orang. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendataan diketahui bahwa hampir 80 persen perusuh yang diamankan polisi berstatus pelajar di bawah umur.

Kepolisian kemudian memulangkan para pemuda dan pelajar tersebut dengan syarat wajib dijemput orang tuanya dan diminta membuat surat penyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.