Pemerintah Prancis Tutup Masjid Usai Kasus Pemenggalan Guru

Kamis, 22 Oktober 2020 – 07:04 WIB

Demonstrasi pemenggalan guru di Prancis (Foto:Istimewa)

Demonstrasi pemenggalan guru di Prancis (Foto:Istimewa)

PARIS, REQNews – Pihak pemerintah di Prancis menyampaikan akan menutup sebuah masjid di Paris sebagai bagian dari tindakan keras terhadap Islam radikal. Menyusul pemenggalan kepala Samuel Paty, seorang guru yang telah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Dilansir AFP, Selasa 20 Oktober 2020 di masjid di pinggiran kota padat penduduk di timur laut Paris itu telah menyebarkan video di halaman Facebook-nya beberapa hari sebelum pembunuhan mengerikan pada hari Jumat 16 Oktober 2020 yang mencerca pilihan materi guru Samuel Paty untuk diskusi kelas tentang kebebasan berekspresi.

Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa masjid yang memiliki sekitar 1.500 jamaah tersebut, akan ditutup mulai Rabu 21 Oktober 2020 malam selama enam bulan.

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin, yang pada Senin, 19 Oktober 2020 bersumpah bahwa “tidak akan ada istirahat satu menit pun bagi musuh-musuh Republik”, telah meminta otoritas regional untuk melakukan penutupan masjid tersebut.

Pada hari Senin 19 Oktober 2020, polisi meluncurkan serangkaian penggerebekan yang menargetkan jaringan Islam.

Sebelumnya, Paty (47) diserang dalam perjalanan pulang dari sekolah menengah pertama tempat dia mengajar di Conflans-Sainte-Honorine, 40 kilometer barat laut Paris.

Foto sang guru dan pesan yang mengakui pembunuhannya ditemukan di ponsel pembunuhnya, Chechen Abdullakh Anzorov yang berusia 18 tahun, yang juga memposting gambar tubuh yang dipenggal di Twitter.