Bos Top Cleaner Tersangka Kasus Kebakaran Kejagung, Brigjen Sambo: Tidak Punya Izin Edar

Jumat, 23 Oktober 2020 – 15:38 WIB

Top Cleaner (Foto: Istimewa)

Top Cleaner (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Direktur PT Arkan ARM dan PTK dari Kejaksaan Agung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung RI. Dalam kasus ini, Polri telah menetapkan 8 tersangka.

Menurut penyidik, penyebab kebakaran dikarenakan kelalaian dari lima tukang yang merokok di ruangan tempat mereka sedang bekerja, ditambah dengan adanya bahan-bahan berbahaya di ruangan tersebut.

"Mereka dalam melaksanakan kegiatan selain melakukan tugas yang diberikan, mereka juga lakukan tindakan yang seharusnya tak boleh dilakukan, yakni mereka merokok di ruang tempat mereka bekerja. Di mana pekerjaan-pekerjaan tersebut memiliki bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti tiner, lem aibon, dan beberapa bahan-bahan yang mudah terbakar," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat 23 Oktober 2020.

Tim Puslabfor juga menemukan bahan pembersih ruangan dan toilet yang tidak sesuai dengan ketentuan. Bahkan, bahan pembersih tersebut tak memiliki izin edar.

"Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP, ternyata di gedung Kejagung menggunakan alat pembersih yang tak sesuai dengan ketentuan. Di mana ada minyak lobi yang biasa digunakan cleaning service di setiap gedung untuk pembersihan," tuturnya.

Penyidik juga menemukan ada reaksi solar dan tiner di setiap lantai yang dibersihkan dengan pembersih yang bermerek Top Cleaner tersebut. Kondisi inilah yang mempercepat penjalaran api ke bagian-bagian gedung lainnya.

"Bisa kita simpulkan bahwa yang mempercepat terjadinya penjalaran api adalah penggunaan minyak lobi atau alat pembersih lantai yang bermerek Top Cleaner. Setelah dilakukan pendalaman, Top Cleaner ini tidak memiliki izin edar," kata Sambo.

Dari temuan inilah, selain lima tersangka, polisi juga menetapkan direktur utama perusahaan yang memproduksi Top Cleaner. Serta, pegawai Kejaksaan Agung yang bertanggung jawab dalam pengadaan alat pembersih tersebut.

"Penyidik menyimpulkan dengan adanya kegiatan pengadaan bahan alat pembersih lantai yang tak sesuai ketentuan, maka terhadap Direktur Utama PT Arkan ARM dan PTK dari Kejagung juga hari ini kita tetapkan sebagai tersangka, yang harus bertanggung jawab terkait dengan penjalaran api yang begitu cepat di Kejaksaan Agung," kata Sambo.