Tegar Putera, Lawyer yang Gugat Pailit Lion Air! Ini Petitumnya

Sabtu, 24 Oktober 2020 – 08:30 WIB

Lion Air ( Foto: istimewa)

Lion Air ( Foto: istimewa)

JAKARTA, REQnews - Rusdi Kirana tampaknya makin pusing di tengah pandemi COVID-19. Usai digugat lessor di Inggris, PT Lion Mentari Airlines kini digugat pailit oleh Budi Santoso dengan kuasa hukum Tegar Putera Satria Randa. 

Gugatan ini diajukan dengan nomor perkara 343/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst. Menurut Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait, kasus tersebut sudah diurus oleh pengacara.

"Kita sudah serahkan ke lawyer semua. Itu kan sudah diurus sama lawyer supaya nanti nggak salah kan, karena saya nggak tahu persis seperti apa," kata Edward kepada wartawan di Jakarta, Jumat 23 Oktober 2020.

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), pemohon meminta pengadilan untuk menerima dan mengabulkan permohonan PKPU yang diajukan oleh pemohon untuk seluruhnya.

Penggugat meminta pengadilan menetapkan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sementara terhadap Termohon PKPU PT Lion Mentari Airline paling lama 45 hari terhitung sejak putusan a quo diucapkan.

Kemudian menunjuk dan mengangkat Hakim Pengawas dari Hakim Pengadilan Niaga Pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mengawasi proses PKPU terhadap Termohon PKPU.

Pemohon juga meminta untuk menunjuk dan mengangkat Saudara Ronald Antony Sirait, S.H., berkantor di Sirait, Sitorus & Associates, beralamat di Jalan K.S. Tubun Raya Nomor 9, Tanah Abang, Petamburan, Jakarta, Kurator dan Pengurus yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Nomor: AHU-83 AH.04.03-2017 tertanggal 02 Juni 2017.

Selanjutnya Saudara Monang Christmanto Sagala, S.H., berkantor berkantor di Hotma Sitompul and Associates, beralamat di Jalan Martapura Nomor 3, Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kurator dan Pengurus yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Nomor: AHU-80AH.04.03-2017 tertanggal 02 Juni 2017.

"Untuk bertindak sebagai Tim Pengurus untuk mengurus harta Termohon PKPU dalam hal Termohon PKPU dinyatakan dalam PKPU Sementara dan/atau mengangkat sebagai Kurator dalam hal Termohon PKPU dinyatakan pailit," jelas isi permohonan tersebut

Lion Air sebelumnya juga digugat oleh lessor pesawat asal Inggris, Goshawk Aviation Limited. Gugatan yang diajukan senilai Rp 10 juta pound atau sekitar Rp 189 miliar di Pengadilan Niaga London, Inggris pada Juli lalu.

Gugatan ini dilayangkan lantaran Lion Air berutang pembayaran sewa tujuh jet Boeing. Hal ini disebabkan karena sejak 2015-2020 Lion telah menyetujui untuk memberi uang muka (deposit) sebesar 5,5 juta pound untuk perjanjian sewa.