Cairan Pembersih Jadi Penyebab Kebakaran, Polri: Kejagung Harusnya Tahu

Sabtu, 24 Oktober 2020 – 17:03 WIB

Gedung Kejagung pasca terbakar

Gedung Kejagung pasca terbakar

JAKARTA, REQnews - Badan Reserse Kriminal Polri menyatakan, pihak Kejaksaan Agung telah menggunakan cairan pembersih 'Top Cleaner' selama dua tahun yang ternyata memiliki kandungan bahan mudah terbakar.

Badan Reserse Kriminal Polri pun menyayangkan pihak Kejaksaan Agung yang tak mencari tahu soal cairan pembersih tersebut. Padahal, Kejaksaan Agung telah menggunakan cairan tersebut selama dua tahun.

"Harusnya tahu, makanya seharusnya jangan digunakan, tapi dia gunakan selama dua tahun ini," kata Direktur Tindak Pidana Umum Brigadir Jenderal Ferdy Sambo, Sabtu, 24 Oktober 2020.

Kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung terjadi pada 22 Agustus 2020 malam sekitar pukul 19.10 WIB. Sebanyak 65 mobil pemadam dikerahkan untuk meredam kobaran api.

Berdasarkan hasil penyidikan, kebakaran terjadi lantaran para tukang yang merokok di Aula Biro Kepegawaian atau lokasi yang menjadi awal munculnya api. Kemudian diperparah dengan cairan pembersih yang digunakan Kejaksaan Agung, yang membuat jalar api semakin cepat.

Laboratorium Forensik Polri pun menemukan 'Top Cleaner' memiliki kandungan minyak lobi, di mana ada fraksi solar dan tiner di dalamnya. Hal itu yang membuat api menjalar dalam kebakaran di Kejaksaan Agung lebih cepat. Selain itu, 'Top Cleaner' ini tak memiliki izin edar resmi dari pemerintah.