REQNews.com

Palestina Kecam Normalisasi Hubungan Sudan-Israel

News

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:33

Presiden Palestina, Mahmoud AbbasPresiden Palestina, Mahmoud Abbas

RAMALLAH, REQnews - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menegaskan, bahwa tidak ada pihak yang memiliki hak untuk bicara atas nama Palestina. Oleh karena itu, negaranya menolak dan mengecam dengan keras rencana normalisasi hubungan antara Sudan dan Israel yang dimediasi Amerika Serikat (AS).

"Negara Palestina hari ini menyatakan kecaman dan penolakan terhadap kesepakatan untuk menormalisasi hubungan dengan negara pendudukan Israel yang merebut tanah Palestina. Tidak ada yang memiliki hak untuk berbicara atas nama rakyat Palestina dan perjuangan Palestina," demikian pernyataan kantor Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, seperti dilansir AFP, Sabtu, 24 Oktober 2020.

Rencana normalisasi hubungan antara Sudan dan Israel ini diumumkan setelah dilakukan pembicaraan via telepon antara Perdana Menteri (PM) Sudan, Abdalla Hamdok, dengan Presiden AS Donald Trump dan PM Israel, Benjamin Netanyahu. Otoritas Sudan telah mengonfirmasi rencana normalisasi hubungan dengan Israel itu, dengan televisi nasional negara itu telah mengumumkan rencana tersebut dan membacakan isi pernyataan gabungan antara Sudan, Israel dan AS.

Hamas, yang menguasai Gaza, juga memberikan komentarnya. Ditegaskan Hamas, bahwa kesepakatan Sudan dan Israel itu merupakan 'dosa politik' yang hanya menguntungkan PM Israel. "Itu merugikan rakyat Palestina dan perjuangan mereka, dan bahkan membahayakan kepentingan nasional Sudan," demikian pernyataan Hamas. "Itu hanya menguntungkan Netanyahu," imbuh Hamas.

Penolakan dan kecaman juga disampaikan Palestina terhadap kesepakatan normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel beberapa waktu lalu. Perjanjian damai antara UEA dan Bahrain dengan Israel yang ditandatangani di Washington DC, AS, bulan lalu disebut oleh Palestina sebagai 'pengkhianatan'.

Redaktur :

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.