Tiga Kali Ditangkap, Abu Janda: Gus Nur Kualat Cemarkan Nama Baik Pendiri Bangsa

Minggu, 25 Oktober 2020 – 16:00 WIB

Abu Janda (Foto: Istimewa)

Abu Janda (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Pedakwah Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur dianggap kualat atas perbuatannya. Demikian disampaikan pegiat media sosial Abu Janda menyikapi penangkapan Gus Nur oleh Bareskrim Polri pada Sabtu 24 Oktober 2020.

Kekualatan Gus Nur, kata dia, akibat mencemarkan nama baik Nahdlatul Ulama (NU). "NU itu salah satu pendiri bangsa yang ikut perang melawan Belanda memerdekakan Indonesia, Gus Nur kualat," kata Abu Janda kepada wartawan, Minggu 25 Oktoober 2020.

Pengurus Besar NU pun menanggapi penetapan Sugih Nur Raharja alias Gus Nur sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian. PBNU pun meminta warga Nahdliyin menyerahkan proses hukum kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

"Meminta keluarga besar NU untuk tidak terprovokasi dan melakukan hal-hal yang berada di luar koridor hukum," ujar Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini dalam keterangannya yang diterima, Sabtu 24 Oktober 2020.

Helmy mengapresiasi kinerja kepolisian yang dengan cepat menangkap serta menetapkan Gus Nur sebagai tersangka. Menurut dia, hal itu telah menunjukkan Kepolisian RI (Polri) bekerja secara profesional.

Diketahui Gus Nur ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di kediamannya di Kecamatan Pakis, Malang, Jawa Timur, Sabtu pukul 00.18 WIB atas dugaan telah menyebarkan ujaran kebencian terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) tertentu, penghinaan terhadap organisasi NU, dan pencemaran nama baik melalui video di YouTube.

Kepala Divhumas Polri Irjen Argo Yuwono pun mengaku jika penyidik masih mendalami motif pelaku. Penangkapan tersebut menindaklanjuti adanya laporan nomor LP/B/600/X/2020/Bareskrim tertanggal 22 Oktober 2020.

Dalam laporan tersebut Gus Nur dilaporkan telah melakukan tindak pidana ujaran kebencian berdasarkan SARA dan atau pencemaran nama baik dan atau penghinaan terhadap penguasa dan badan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45A Ayat (2) juncto 28 Ayat (2) Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 45 Ayat (3) jo.

Kemudian, Pasal 27 ayat (3) UU ITE dan atau Pasal 156 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan atau Pasal 310 KUHP, dan atau 311 KUHP.

Dalam penangkapan Gus Nur, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa satu akun Gmail dengan alamat email [email protected], satu unit modem, dua unit harddisk eksternal, tiga unit telepon seluler, satu unit laptop, satu unit kartu memori, serta satu set pakaian yang terdiri atas peci, kaus, jas, dan celana.

Sementara putra Sugi Nur Raharja atau Gus Nur, Muhammad Munjiat menyebut jika penangkapan tersebut bukan hal yang pertama. Pun sudah mengira jika ayahnya akan tersandung kasus dari ucapannya di video podcast bersama Refly Harun yang viral belakangan ini.

Dalam video tersebut, Nur Sugi diduga telah menghina organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama. "Kami sebelumnya sudah mengira bahwa akan ada efek dari pembicaraan di podcast yang viral itu," kata Munjiat di Kabupaten Malang.

Biasanya jarang sekali ada di rumah. Akan tetapi, kebetulan tadi malam sedang ada di rumah karena habis ada acara. Menurut Munjiat, penangkapan kali ini merupakan yang kali ketiga.

Namun, ia menyayangkan penangkapan ayahnya dilakukan pada tengah malam. Menurut Munjiat, polisi datang ke kediamannya kurang lebih pukul 00.00 WIB. Ia menyebut kurang lebih empat hingga lima mobil yang mendatangi kediaman Nur Sugi tersebut. Personel polisi yang menjemput Gus Nur disebutkan Munjiat berjumlah sekitar 30 orang.

"Anggota polisi langsung masuk dan menunjukkan surat perintah penangkapan serta penggeledahan," kata Munjiat.

Setengah jam kemudian, Gus Nur pun dibawa oleh polisi, dan diamankan juga beberapa barang bukti, seperti laptop, hard disk, termasuk telepon pintar milik Gus Nur. "Beliau langsung dibawa ke Mabes Polri. Perintah penangkapannya karena dugaan pencemaran nama baik terhadap NU dalam podcast Refly Harun itu," katanya.