Efek Pandemi, Ulama Ini Duga Prostitusi Online Menjamur di Aceh

Senin, 26 Oktober 2020 – 01:02 WIB

Ilustrasi prostitusi online (Foto: Istimewa)

Ilustrasi prostitusi online (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Pandemi COVID-19 ternyata membuat prostitusi daring (online) di Aceh menjamur. Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat Teungku Abdurrani Adian pun meminta kepada aparat kepolisian termasuk polisi penegak syariat Islam, agar mengungkap indikasi tersebut. 

Kehadiran prostitusi online ini terindikasi karena lemahnya kondisi ekonomi masyarakat termasuk di Aceh. Sehingga diduga masyarakat nekat melakukan tindakan pelanggaran syariat Islam demi mempertahankan ekonomi.

“Kita harapkan kepada petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah di Aceh agar memaksimalkan kembali razia, karena maraknya dugaan prostitusi online ini sangat mencoreng harkat dan martabat negeri syariat khususnya di Aceh,” kata Teungku Abdurrani Adian, di Meulaboh, Minggu 25 Oktober 2020.

Dugaan prostitusi daring ini ditawarkan melalui aplikasi media sosial melalui telepon pintar di Aceh. Kondisi ini pun telah menyebabkan keresahan di masyarakat di daerah ini.

Pasalnya, pelaku diduga terlibat dalam bisnis haram tersebut dengan mudah menawarkan jasa bisnis ‘esek-esek’ kepada pengguna telepon pintar melalui aplikasi tertentu, termasuk penawaran tarif sebelum sepakat untuk menggunakan jasa prostitusi.

“Saya juga mengharapkan kepada semua pihak pemangku kepentingan di Aceh, agar bersama-sama memikirkan persoalan ini (prostitusi online), sehingga praktik zina yang diduga melanggar syariat Islam tersebut bisa berkurang di Provinsi Aceh,” katanya.

“Satu-satunya cara untuk meminimalisir tindak pidana prostitusi online di Aceh hanya dengan meningkatkan razia olah Satpol PP dan WH,” ujarnya lagi. 

Ia mengakui razia ke sejumlah lokasi yang dicurigai kerap melayani prostitusi online di Aceh dipastikan mengurangi semaksimal mungkin bisnis haram tersebut.