REQNews.com

Penangkapan Gus Nur Diprotes, Jawaban Irjen Argo Bikin Nyesek Keluarga

News

Senin, 26 Oktober 2020 - 06:04

Sah! Argo Yuwono Resmi Jadi Kadiv Humas PolriKadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono

JAKARTA, REQnews - Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur kini harus mendekam di penjara. Pedakwah tersebut ditangkap dan jadi tersangka dugaan ujaran kebencian terkait perkataan yang diduga menghina Nahdlatul Ulama (NU).

Namun perlakuan terhadap Gus Nur tersebut diprotes kuasa hukum dan keluarga. Apalagi Gus Nur ditangkap tengah malam pada Sabtu 24 Oktober dini hari di rumahnya di Malang.

"Tengah malam, masuk rumah, geledah rumah orang, yang mereka lakukan itu," ujar Munjiat (21), anak kedua Gus Nur, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu 24 Oktober 2020.

Polisi datang dengan surat perintah penangkapan, penahanan, dan penyitaan barang bukti. Kala itu Gus Nur sedang melakukan bekam usai pulang dari mengikuti pengajian di Kedungkandang, Kota Malang.

"Harapannya kalau memang salah ditangkap nggak apa-apa, kalau nggak salah dibebaskan. Jangan disalah-salahkan. Sekarang yang salah dibenarkan, yang benar disalahkan," kata Munjiat.

Hal senada disampaikan kuasa hukum Gus Nur, Andry Ermawan. Andry menilai penangkapan tersebut dinilai tak prosedural.

"Karena kan Gus Nur dalam penangkapan itu sudah jadi tersangka. Sementara ini kan kalau proseduralnya minimal panggilan dulu sebagai saksi, ada lidik, setelah itu dipanggil lagi, ada dua barang bukti," kata Andry. 

"Kalau dia tidak kooperatif baru bisa dijemput paksa. Nah ini kan tidak. Kami juga menyayangkan ditangkap malam-malam hari. Tengah malam di atas pukul 23.00 WIB," ujarnya lagi.

Polri pun mempersilakan untuk diajukan melalui prosedur hukum yang ada. "Semua sudah sesuai prosedur," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu 25 Oktober 2020.

"Kalau ada yang tidak pas silakan diajukan ke praperadilan," ujarnya lagi. 

Gus Nur sebelumnya diduga menyebarkan ujaran kebencian dengan menghina NU lewat video di channel YouTube. Video itu tayang dalam akun YouTube MUNJIAT Channel. Dalam video yang diunggah pada 16 Oktober 2020, Gus Nur tampak sedang berbincang dengan Refly Harun.

Pada menit 3.45, Gus Nur kemudian menyampaikan pendapatnya soal kondisi NU saat ini. Menurut Gus Nur, NU saat ini tidak seperti NU yang dulu.

"Sebelum rezim ini, kemana jalan dikawal Banser. Saya adem ayem sama NU. Ndak pernah ada masalah. Nah, tapi setelah rezim ini lahir tiba-tiba 180 derajat itu berubah," ujarnya. 

"Saya ibaratkan NU sekarang itu seperti bus umum. Sopirnya mabuk, kondekturnya teler, keneknya ugal-ugalan. Dan penumpangnya itu kurang ajar semua. Merokok, nyanyi juga, buka-buka aurat juga, dangdutan juga," lanjutnya.

Gus Nur lantas menyebut sejumlah nama. Dia menyebut nama pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda, Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas hingga Ketum PBNU Said Aqil Siroj.

"Jadi saya kok pusing dengerin di bus yang namanya NU ini. Ya tadi itu, bisa jadi keneknya Abu Janda. Bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut. Dan sopirnya KH Aqil Siradj. Penumpangnya liberal, sekuler, PKI di situ numpuk," katanya.

Redaktur : Rani

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.