Rekonstruksi Terbuka Kebakaran Kejagung, Brigjen Awi: TKP Ntar Diacak-acak

Selasa, 27 Oktober 2020 – 14:32 WIB

Kebakaran Gedung Kejagung (Foto:Istimewa)

Kebakaran Gedung Kejagung (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Pihak kepolisian menolak melakukan pelaksanaan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung dilakukan secara terbuka.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan penyidik tidak bisa membayangkan Rekonstruksi Terbuka Kebakaran Kejaksaan bila dilakukan terbuka, karena akan mengganggu TKP.

“Kalau olah TKP, saya tidak bisa bayangkan nanti TKP diacak-acak,” kata Awi di Mabes Polri pada Senin, 26 Oktober 2020.

Menurut dia, penyidik sudah melakukan rekonstruksi untuk mengungkap peristiwa kebakaran tersebut secara berulang kali hingga enam kali. Tentu, semua hasil olah TKP akan diungkap saat proses persidangan di pengadilan dan semua orang bisa menonton.

Selama ini, Awi mengklaim Polri telah secara profesional mengungkap perkara kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus 2020 itu. Bahkan, hasil dari olah TKP maupun laboratorium forensik pun tidak terbantahkan.

“Selama ini Polri sudah berjalan on the track, sudah profesional. Apa yang menjadi hasil dari olah TKP maupun Labfor Polri sudah diakui dan tak terbantahkan. Kita menggunakan scientific crime investigation. Silakan, di pengadilan akan dibuka,” ujarnya.

Seperti diketahui polisi telah menentukan penyebab kebakaran gedung Kejaksaan Agung. Penyebab terjadinya kebakaran karena lima orang tukang telah lalai merokok di ruang Aula Biro Kepegawaian lantai 6 di mana terdapat banyak bahan mudah terbakar.