Pernah Dilecehkan Ayah dan Disiksa Pacar, Model Dylan Meninggal Dunia

Senin, 09 November 2020 – 17:32 WIB

 Dylan Sada (Foto:Istimewa)

Dylan Sada (Foto:Istimewa)

 

JAKARTA, REQNews - Kabar duka datang dari model Indonesia Dylan Sada (36) yang berkarir di Amerika Serikat. Pemilik nama asli Aldila Wulandari Kusumashanty Pranadjaja itu meninggal dunia pada Senin, 9 November 2020.

Kabar ini diumumkan pertama kali oleh akun @dimsrads. "Mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya atas segala khilaf dan kesalahan almarhumah dan mohon doa semoga almarhumah wafat dalam keadaan husnul khotimah," demikian tertulis dalam postingan tersebut, dikutip Senin, 9 November 2020.

"Dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran. Amin YRA. Yang berduka cita, kel Pranadjaja," imbuhnya.

Sayangnya, tak diketahui secara pasti apa penyebab kematian dari Dylan Sada.

Postingan akun @dimsrads ini langsung viral usai diunggah ulang oleh akun gosip Lambe Turah. Warganet mengucapkan belasungkawa atas kepergian Dylan Sada.

Nama Dylan Sada sempat viral kala mengaku mengalami kekerasan dari kekasihnya di Amerika Serikat pada Maret 2018 lalu.

Dalam akun Instagramnya @dylan_sada, Dylan menunjukkan kondisi tubuhnya yang babak belur. Wajah dan tubuhnya tampak lebam dan mengalami luka-luka. Rambutnya juga rontok parah usai dijambak oleh kekasihnya.

"Saya diikat dan wajah saya disikut hingga menyebabkan luka pada lidahku. Rambut saya ditarik begitu keras, lalu saya dibanting ke lantai. Saya juga memiliki benjolan besar di kepala, sehingga saya harus melakukan CT scan," tulisnya.

Sosok pria yang diduga telah menyiksa Dylan adalah Jonathan Ortiz. Pasalnya, Dylan sering mengunggah kebersamaanya dengan Jonathan Ortiz.

Tak hanya itu, dalam postingan lainnya Dylan juga secara blak-blakkan menceritakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh ayahnya sendiri.

Dylan terpaksa merahasiakan perlakuan bejat sang ayah karena takut dan malu. Inilah salah satu alasan lain untuk dirinya meninggalkan Indonesia di usianya yang masih muda.

Akibat kenangan buruk tersebut, Dylan mengaku mengalami depresi berat, hingga dirinya terjerat pada obat-obatan terlarang dan menjadi pecandu alkohol. Ia bahkan sempat ingin mengakhiri hidupnya.

Dengan menuliskan pengalamannya tersebut, Dylan berharap tak ada lagi yang mengalami nasib seperti dirinya.