Suami Selingkuh Hanya Diturunkan Jabatan, Astri Marini Cari Keadilan ke Jakarta

Senin, 09 November 2020 – 19:31 WIB

ASN wikwik, pingsan dalam mobil (Foto:Istimewa)

ASN wikwik, pingsan dalam mobil (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Astri Marini seorang Guru PNS yang bertugas di salah satu sekolah di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) mencari keadilan bagi nasibnya dengan datang ke Jakarta.

Dia mendatangi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk mendapatkan petunjuk apakah benar sanksi penurunan pangkat suaminya sesuai rekomendasi KASN.

“Kakak gak terima dengan keputusan Inspektorat Kabupaten Asahan. Ibu kami juga sudah datangi bupati minta keadilan. Kami juga sudah ke Disdik, BKD, tetapi sia-sia. Alasannya keputusan itu sesuai hasil konsultasi virtual dengan KASN 14 hari lalu,” ujar Astri Marini, Senin, 9 November 2020.

Bagi Astri, sanksi itu tidak sebanding dengan dampak buruk yang ditimbulkan. Selain sudah mempermalukan keluarga besar, juga merusak mental psikologis anak-anak Astri dan Zulkifli.

Sebelumnya, viral video yang meunjukkan dua pasangan ASN pingsan di dalam mobil dengan pakaian terbuka. Keduanya adalah Zulkifli alias Zul (37) yang merupakan suami Astri Marini, sedang wanita berinisial H (39).

Zul dan H ketahuan sudah 7 kali gituan saat jam kerja. Saat itu, Zul dan H masih tercatat sebagai pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan.

Zul menjabat Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Rawan Panca Arga. Sedangkan H menjabat Bendahara Pembantu Dinas Pendidikan di Kecamatan Meranti.

Saat ditemukan pingsan, H tidak memakai celana. Ia terlentang di dalam mobil bersama Zul.

Kejadian memalukan itu membuat istri Zul, Astri Marini syok. Ia malu dan sakit hati. Terlebih, setelah kejadian itu, anaknya dibully di sekolah.

Setelah kejadian itu, Zul dan H dicopot dari jabatannya. Namun keduanya tetap dipekerjakan sebagai PNS.

Keputusan ini membuat Astri Marini tidak puas. Ia ingin suami dan selingkuhannya dipecat dari statusnya sebagai PNS.

Astri sudah mengadu ke Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan. Bahkan dia sudah mengadukan hal tersebut kepada bupati. Namun, usaha Astri sia-sia.

Akhirnya Astri bersama adiknya Zulham, dan beberapa keluarga, terbang ke Jakarta. Mereka mendatangi Kantor KASP untuk meminta keadilan.