Keras Abis Jhon! Hakim: Jangan Sok Lugu, Masak Kompol Nggak Tahu!

Rabu, 11 November 2020 – 10:03 WIB

Brigjen Pol Prasetijo Utomo

Brigjen Pol Prasetijo Utomo

JAKARTA, REQnews - Kompol Jhony Andrijanto, anak buah terdakwa Brigjen Prasetijo Utomo, ditegur oleh hakim karena kerap menjawab tidak tahu saat sidang kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra.

Sidang dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa, 10 November 2020. Awalnya, dalam persidangan diketahui bahwa surat jalan yang digunakan Prasetijo diperuntukkan bagi monitoring COVID-19 di wilayah Pontianak.

Adapun Jhony diketahui ikut mengantar Prasetijo ke Pontianak. Majelis hakim Muhammad Sirad lantas mempertanyakan sikap Jhony, saat mengetahui tidak ada monitoring yang dilakukan Prasetijo di Pontianak.

"Tidak tanyakan mana monitoring? Boleh kita bertanya saudara kan seorang polisi. Apa yang saudara lakukan ketika lihat tidak ada monitoring?" kata hakim.

"Saya tidak tanyakan pada pimpinan yang mulia. Tidak menanyakan juga (ke Anita dan Djoko Tjandra)," jawab Jhony.

Hakim lantas menanyakan jabatan dan lamanya Jhony menjadi polisi. Hakim juga menanyakan apakah Jhony sebenarnya mengetahui surat jalan palsu.

"Sudah 22 tahun jadi polisi, kalau saudara jawab dengan jawaban seperti tadi seolah-olah saudara bukan polisi. Atau memang saudara bagian dari tim? Akui saja kalau iya?" tanya Hakim.

"Tidak yang mulia," jawab Jhony.

"Pangkat saudara apa?" ujar hakim.

"Kompol," kata Jhony.

"Kalau masih bripda mungkin tidak tau. Sok lugu, sekarang saya tanya apa saudara bagian dari tim ini?," kata hakim.

"Bukan, yang mulia," kata Jhony.

Tidak hanya di situ, Jhony juga mengakui mendapatkan dan menggunakan surat kesehatan namun tidak pernah melakukan pemeriksaan. Menanggapi hal tersebut, hakim menanyakan tahu tidaknya Jhony terkait konsekuensi atas perbuatannya.

"Tidak pernah diperiksa, disodorkan surat sehat tahu saudara konsekuensinya apa?" kata Hakim.

"Siap melanggar," tututnya.

"Tahu konsekuensinya apa, kalau tidak pernah diperiksa tapi muncul surat sehat?," tanya hakim.

"Berbohong yang mulia," kata Jhony.

"Nah, itu saudara tahu, Kompol masak nggak tau. Kan sudah tau tidak benar, tapi tidak saudara pertanyakan kepada atasan, dua saudara tetap jalani semua. Apa yang saudara lakukan itu kalau saudara bukan bagian dari tim," kata hakim.

Diketahui Jhony bekerja sebagai anak buah dari Prasetijo saat menjabat Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri. Nama Jhony sendiri tertera dalam surat jalan, surat COVID, dan surat keterangan sehat.

Jhony diketahui ikut mendampingi Prasetijo dalam perjalanan ke Pontianak menemui Djoko Tjandra. Jhony juga mengakui telah membakar surat-surat jalan tersebut setelah diperintahkan oleh Prasetijo.