Tiga Komisioner KPU Diberhentikan, Suasana Boven Digoel Memanas

Senin, 16 November 2020 – 13:34 WIB

Ilustrasi Pilkada (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Pilkada (Foto:Istimewa)

JAYAPURA, REQNews - Polisi terus memantau kondisi di Kabupaten Boven Digoel, Papua jelang perlaksanaan Pilkada 2020. Seperti diketahui, situasi di daerah tersebut mulai memanas setelah tiga komisioner KPU dihentikan sementara.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal,mengatakan eskalasi politik di Kabupaten Boven Digoel meningkat sepekan terakhir.

"Eskalasi politik di Boven Digoel mulai naik," kata Kombes Pol Kamal di Kota Jayapura, Papua, Minggu, 15 November 2020.

Menyikapi keadaan ini, jajaran Polda Papua maupun Polres Boven Digoel, terus membangun komunikasi dengan berbagai komponen dan elemen masyarakat.

"Adanya perubahan kebijakan politik, berpengaruh pada situasi secara keseluruhan," ujar dia.

Sebelumnya KPU Pusat telah menyurati KPU Provinsi Papua untuk mengambil alih proses Pilkada Kabupaten Boven Digoel.

Kasus itu berawal saat rapat pleno penetapan bakal calon menjadi calon. Seharusnya, calon bupati atas nama Yusak Yeluwo dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Namun, ketiga anggota KPU Kabupaten Boven Digoel meloloskan yang bersangkutan. Sementara itu, dua anggota lainnya menyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

KPU pusat, mengkaji ulang penetapan salah satu pasangan calon peserta pilkada. Tiga orang komisioner KPU yang diberhentikan sementara tersebut Yakni Libertus Pogolamun, Hatta Nongkeng, dan Veronika Lande.