Kronologi Penyebab Gus Nur dan Jumhur Hidayat Terinfeksi COVID-19 di Rutan Bareskrim

Senin, 16 November 2020 – 14:32 WIB

Gus Nur (Foto: Istimewa)

Gus Nur (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kabar tak mengenakan datang dari rumah tahanan di Bareskrim Polri. Sebanyak 48 tahanan dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

Itu terungkap usai Polri melakukan test swab terhadap 170 tahanan di Bareskrim. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan dari 48 orang yang dinyatakan positif, sebanyak 40 orang tanpa gejala (OTG).

“Sesuai laporan Kapusdokkes Polri, hasil swab dari 170 Tahanan Bareskrim yang terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 48 orang, dan 8 orang dengan gejala,” kata Awi kepada wartawan, Senin 16 November 2020.

Saat ini, sebanyak 8 orang telah dirawat di RS Polri. Mereka dirawat terpisah dengan 40 orang tanpa gejala lainnya. “Adapun 8 orang telah dirawat di RS Polri Kramat Jati,” ujar Awi.

Dari jumlah itu, petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat positif COVID-19 dan langsung dibawa ke RS Kramat Jati oleh Bareskrim Polri, Minggu 15 November 2020. Selain Jumhur, tiga petinggi KAMI lainnya yang ditahan, Juliana, Novita Zahara, dan Wahyu Rasasi Putri juga positif corona.

Menurut Dirtipidsiber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi menyebut, total ada tujuh tahanan Ditipidsiber yang positif COVID-19. Selama keempat anggota KAMI, ada juga tiga tahanan lain termasuk Gus Nur.

Berikut daftar ketujuh tahanan yang positif corona:
1. Juliana (P)
2. Novita Zahara (P)
3. Wahyu Rasasi Putri (P)
4. Kewa Siba (P) Perkara penipuan
5. Drelia Wangsih (P) Perkara penipuan penjualan logam mulia online;
6. M Jumhur Hidayat (L) Perkara KAMI Jakarta;
7. Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur (L) perkara hate speech kepada Nahdatul Ulama.