Satgas Melempem, ICW Sarankan KPK Libatkan Novel Baswedan Buru Harun Masiku

Selasa, 17 November 2020 – 14:33 WIB

Novel Baswedan

Novel Baswedan

JAKARTA, REQnews - Meskipun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membentuk satgas untuk menangkap buron Harun Masiku, namun hingga kini hasilnya nihil.

Indonesia Corruption Watch (ICW) pun meminta agar KPK melibatkan Novel Baswedan dalam memburu kader partai PDIP tersebut. Menanggapi hal tersebut, KPK tak masalah dengan usulan itu.

"Mungkin rekan-rekan mengatakan timnya Pak Novel. Boleh, nggak ada masalah," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 16 November 2020.

Karyoto mengatakan, memburu DPO merupakan kewajiban pihaknya. Sepanjang Harun Masiku masih hidup, KPK akan terus memburunya hingga ditemukan.

"Beban pencarian DPO itu pertama adalah satgas yang sedang nangani. Namun demikian tidak menutup kemungkinan kami akan perintahkan satgas-satgas lain yang sekarang frekuensi kegiatannya tidak sedang fokus. Kalau tidak sedang fokus pasti dia akan tersentuh," ujar Karyoto.

Terkait satgas pemburu Harun Masiku, Karyoto menyebut terus melakukan evaluasi. Menurutnya, evaluasi itu dilakukan setiap kali tim satgas mendapat informasi lalu melakukan pencarian.

"Artinya dievaluasi itu akan dilihat, misalnya di minggu pertama kemarin dapat info di mana-di mana. Apakah sudah didatangi, bagaimana dengan sumber-sumber informasi apakah bener atau sekadar semacam penyesatan," katanya.

"Ditanya kemudian ada diskusi apakah ada tempat-tempat lain yang memungkinkan didatangi oleh yang bersangkutan itu selalu kita diskusikan. Jadi tidak berarti kemudian itu dibubarkan," sambungnya.

Seperti diketahui, Harun Masiku masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 27 Januari 2020. Hingga kini, jejak tersangka suap itu tak terlacak.

Harun Masiku merupakan tersangka dalam kasus suap PAW DPR yang hingga kini belum tertangkap. Padahal, tiga tersangka lain, yakni Saeful Bahri, eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan, dan Agustiani Tio Fridelina, sudah divonis bersalah.