Marak Kekerasan terhadap Pengawas Pemilu dalam Pilkada 2020

Rabu, 18 November 2020 – 08:01 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Sejak tahapan Pilkada 2020 bergulir, Bawaslu RI mencatat ada 31 orang pengawas pemilu yang mengalami tindak kekerasan saat menjalankan tugasnya, dengan berbagai alasan pemicu.

"Kekerasan tersebut berupa intimidasi atau kekerasan verbal yang dialami 19 orang pengawas pemilu dan kekerasan fisik yang dialami 12 orang pengawas," kata anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin di Jakarta, Selasa 17 November 2020.

Afif menjelaskan, kekerasan itu terjadi pada pengawas pemilu baik dari tingkat daerah hingga kelurahan/desa. Salah satunya disebabkan karena soal pembubaran kampanye.

Sebelumnya, anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja juga meminta agar pengawas ad hoc di lapangan dilindungi dari berbagai intimidasi, meskipun hal itu merupakan bagian dari risiko tugas dalam Pilkada 2020.

Rahmat Bagja memerintahkan jika menemukan kejadian maka dijadikan temuan kemudian dilaporkan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

"Jangan sampai nanti ada Bawaslu kita, panwascam kita yang dipukul, dihina bahkan ditendang tanpa ada pembelaan dari bapak ibu. Jika ada kejadian langsung jadikan koordinasikan melalui Sentra Gakkumdu,"ujar Bagja.

Dia menyarankan kepada Bawaslu daerah untuk menggunakan Undang-undang Pemilu dalam menangani pelanggaran itu. Alasannya, orang yang mengintimidasi telah menghalang-halangi tugas pengawasan.