Untuk Para Kapolda, Kapolri: Jalankan Perintah, Jangan Ada Operasi Senyap

Rabu, 18 November 2020 – 14:30 WIB

Kapolri Jenderal Idham Azis (Foto:Istimewa)

Kapolri Jenderal Idham Azis (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Peringatan keras kembali diucapkan Kapolri Jenderal Idham Azis. Ia mengingatkan agar jajarannya netral selama Pilkada Serentak 2020.

Imbauan itu salah satunya untuk tidak mendukung pasangan calon yang akan bertarung di Pilkada. "Masalah netralitas anggota Polri, sudah saya sampaikan bahwa kami tidak boleh berpolitik," kaya Jenderal Pol Idham dalam konferensi video bersama seluruh kapolda di Jakarta, Rabu 18 November 2020.

Kata dia, dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020, tugas jajaran Polri adalah untuk menjaga dan mengamankan jalannya pilkada agar berjalan lancar, tertib, dan aman. Bila ada anggota Polri yang melanggar atau tidak netral, kata Kapolri, akan dikenai sanksi disiplin maupun sanksi kode etik.

"Tidak ada tawar-menawar urusan netralitas ini. Semua anggota Polri harus netral, tidak boleh ada yang berpolitik," kata Kapolri.

Ia memastikan Polri tidak akan melakukan operasi khusus maupun operasi senyap selama Pilkada Serentak 2020 digelar.

"Tidak ada operasi senyap, tidak ada operasi khusus atau operasi gelap. Jalankan saja apa yang diperintahkan," kata Idham.

Kapolri pun memerintahkan seluruh kapolda agar tetap menjalankan perintah sesuai dengan koordinasi seluruh penyelenggara pemilu di Indonesia.

"Koordinasi dengan KPU, Bawaslu, dan TNI," kata Idham.

Pelaksanaan pemungutan suara direncanakan digelar secara serentak pada tanggal 9 Desember 2020. Total daerah yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2020 ada sebanyak 270 daerah dengan perincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.