Aktivis 98: Soal Penegakkan Prokes Covid-19 Harusnya Jangan Tebang Pilih

Rabu, 18 November 2020 – 17:31 WIB

Habib Rizieq Shihab menjadi penceramah saat acara Maulid

Habib Rizieq Shihab menjadi penceramah saat acara Maulid

JAKARTA, REQnews - Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Agung Nugroho menilai, seharusnya jika bicara prokes Covid-19, Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten juga dipanggil. Karena, saat penjemputan HRS di Bandara Soekarno Hatta lokasinya berada di wilayah Tangerang, Banten.

Lalu, Kang Emil sapaan akrab Gubernur Jawa Barat juga bisa dipanggil. Karena, kerumunan massa di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. "Saya hanya bertanya, kalau bicara prokes kenapa hanya Anies. Wahidin dan Kang Emil kok tidak? Lalu, wali kota dan bupati di Tangerang dan Bogor juga tidak," ucapnya, Rabu, 18 November 2020.

Agung menyatakan, Pemprov DKI Jakarta sudah memberikan sanksi kepada HRS dengan denda Rp 50 juta karena prokes. "Apakah Banten dan Jabar melakukan itu? Apa kerumunan massa di bandara dan Megamendung tidak melanggar?," tukasnya. Aktivis 98 ini melanjutkan, dirinya bukanlah pembela Anies tapi bicara prokes harus adil dan fair. "Semoga saja ini bukan urusan tebang pilih atau adanya kepentingan lain," ujar Agung.

Sebagamana diketahui, Polda Metro Jaya pada Selasa, 17 November 2020, memanggil Gubernur Anies Baswedan untuk dimintai klarifikasi terkait acara Habib Rizieq Shihab yang menyebabkan terjadinya kerumunan massa. Selain Anies, polisi juga sudah mengirimkan surat kepada sejumlah pihak untuk juga dimintai klarifikasinya.

Mulai dari KUA, RT, RW, Lurah, Camat dan Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara, juga Satgas covid-19 setempat. “Klarifikasi untuk kegiatan yang sudah dilakukan selama ini, Pemanggilan Anies besok jam 10 pagi,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat ketika dikonfirmasi, Senin, 16 November 2020.