KPK Siap Dalami Skandal Kasus Gagal Bayar di Industri Keuangan

Kamis, 19 November 2020 – 21:09 WIB

Firli Bahuri (Foto:Istimewa)

Firli Bahuri (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap turun tangan mendalami skandal kasus gagal bayar di industri keuangan di Indonesia. Sebelumnya Komisi III DPR RI yang meminta KPK ikut menelisik skandal gagal bayar di industri keuangan.

"Tentu kita akan dalami setiap informasi," ujar Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Firli Bahuri, Kamis, 19 November 2020.

Sebelumnya, Komisi III DPR mendesak KPK turun tangan menyelidiki maraknya kasus gagal bayar di sektor industri keuangan. KPK juga diminta untuk menelusuri adanya dugaan konspirasi antara lembaga pengawas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada para tersangka korupsi di sektor tersebut.

Anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan menyampaikan, maraknya kasus gagal bayar di industri keuangan harus dituntaskan. Oleh karena itu, lembaga anti rasuah harus turun tangan menangani kasus tersebut.

Trimedya meminta agar tak hanya Polri dan Kejagung yang menangani kasus gagal bayar. KPK bisa menjerat pihak-pihak yang belum tersentuh oleh Polri dan Kejagung.

"KPK sebagai supervisi sudah harus melakukan hal itu dan itu harusnya sudah automatis," terangnya kepada Wartawan, Selasa, 17 November 2020.

Saat ini, tercatat ada beberapa perusahaan yang bergerak disektor keuangan mengalami gagar bayar. Misalnya saja di sektor koperasi, mulai dari Koperasi Indo Surya, Koperasi Hanson, LiMa Garuda, Koperasi Pracico, dan Koperasi Sejahtera Bersama. Kemudian, di sektor investasi dan pengelolaan aset, yaitu Minna Padi Asset Management, Victoria Manajemen Investasi, Mahkota Investama, Emco Asset Management, Narada Asset Management dan yang terbaru ialah Indosterling Optima Investama.

Sementara di sektor asuransi terdapat beberapa perusahaan yang bermasalah seperti PT Asuransi Bumiputera (AJB), PT Asuransi Jiwasraya, Wanaartha Life, dan Kresna Life.