Mega Korupsi Jiwasraya, Kejagung Sita Tanah Piter Rasiman di Semarang

Jumat, 20 November 2020 – 13:00 WIB

Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa, Piter Rasiman ditetapkan jadi tersangka skandal kasus Jiwasraya (Foto: Istimewa)

Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa, Piter Rasiman ditetapkan jadi tersangka skandal kasus Jiwasraya (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Setelah Kejagung (Kejaksaan Agung) menetapkan Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa, Piter Rasiman jadi tersangka dalam kasus skandal Jiwasraya. Kini Kejaksaan Agung menyita sejumlah luas tanah milik Piter Rasiman yang berada di Semarang, Jawa Tengah.

"Beberapa tanah, beberapa lokasi di Semarang ada yang disita," ujar Direktur Penyidikan Tipidsus Kejagung Febrie Adriansyah di Kejagung, di Jakarta pada Kamis 19 November 2020.

Namun Febrie mengungkapkan bahwa tim penyidik masih berkoordinasi dan melakukan pelacakan terhadap aset Piter Rasiman yang berada di luar negeri.

Hingga kini Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa tersebut belum menjalani persidangan terkait kasus Jiwasraya. Kondisi ini lantaran adanya berkas perkara yang belum lengkap. "Berkas Piter Rasiman ya masih 60 persenlah ya. Masih banyak yang masih digali, terutama di aset. Jadi masih ngejar aset-asetnya," ujar Febrie.

Sebelumnya Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono mengungkapkan bahwa Piter diduga berafiliasi melakukan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Jiwasraya yaitu Joko Hartono Tirto dan Heru Hidayat.

Hari mengungkapkan bahwa tersangka telah melakukan tindak pidana yang tercantum dalam Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, tersangka juga melanggar pasal pencucian uang Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat ke (1) KUHP. Pasal 4 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Setidaknya ada enam terdakwa yang melakukan tindak pidana terkait dengan skandal Jiwasraya, yakni Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru Hidayat; Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto; serta mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan.