Dana Bantuan PKH Dipotong, Warga Sampang Lapor ke Kejari

Jumat, 20 November 2020 – 21:01 WIB

ilustrasi laporan bantuan (Foto:Istimewa)

ilustrasi laporan bantuan (Foto:Istimewa)

SAMPANG, REQNews - Warga melaporkan kasus dugaan pemotongan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, Jawa Timur. Warga berharap Kejaksaan Negeri seger amengusut kasus tersebut.

Kasi Intel Kejari Sampang, Ivan Kusuma Yuda, menjelaskan bahwa dugaan kasus pemotongan bantuan PKH itu terjadi di Desa Gunung Maddah, Kecamatan Kota Sampang.

"Laporan tentang kasus ini disampaikan beberapa hari lalu, dan saat ini kami mulai melakukan pengumpulan bahan keterangan dari sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini," kata Ivan, Kamis, 19 November 2020.

Sesuai laporan, dugaan pemotongan dana PKH diduga dilakukan oleh ketua kelompok penerima program sekaligus menjabat sebagai oknum perangkat desa. Berinisial H, Ketua RT Dusun Ruberuh, Desa Gunung Maddah, Sampang.

Dugaan pemotongan dana itu dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Anti Korupsi Sampang.

Menurut Juru Bicara LSM Anti Korupsi Amir Hamzah, penyelewengan PKH Desa Gunung Maddah yang dilaporkannya berlangsung lama sejak tahun 2017 hingga 2020. Dana bantuan PKH yang diterima masyarakat pra-sejatera tidak utuh sesuai nominal penerima manfaat. Rata-rata pemotongan bervariatif.

Keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan PKH yang mendapatkan bantuan Rp1,9 juta dan dipotong Rp400 ribu. Juga, ada penerima bantuan dari Rp500 ribu dipotong Rp200 ribu.

"Pemotongannya luar biasa, nominal yang diterima masyarakat tidak sama dengan jumlah aslinya, jadi oknum perangkat desa ini sekaligus ketua kelompok penerima," kata Amir.