BIkin Haru! Mayjen TNI Dudung Abdurachman Sempat Jualan Kue dan Jadi Loper Koran

Sabtu, 21 November 2020 – 19:33 WIB

Mayjen TNI Dudung Abdurachman (Foto: Istimewa)

Mayjen TNI Dudung Abdurachman (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews- Nama panglima daerah komando militer Jaya atau Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mendadak viral. Hal ini karena Panglima tersebut memerintahkan sejumlah TNI mencopot spanduk imam besar Front Pembela Islam atau FPI Rizieq Shihab. 

Siapa sangka, mental keberaniannya berasal dari pengalaman pahit yang dilaluinya, mulai mencari nafkah muda hingga dipukul seorang prajurit. Simak kisahnya berikut ini.

 

Berjualan Kue dan Koran

Lahir di Bandung, Jawa Barat pada 16 November 1965, Dudung Abdurachman baru menduduki posisi Pangdam Jaya sejak pertengahan tahun 2020. ia menggantikan Mayjen TNI Eko yang dipromosikan menjadi Pangkostrad. Karir Dudung di TNI tidak bisa dibilang mudah. Dudung mengaku merintis perlahan karirnya dengan perjuangan yang berat. 

Dudung lahir di tengah keluarga sederhana. Kondisi ekonomi keluarga yang luayan sulit ditambah meninggalnya sang ayah saat masih SMP membuat Dudung turun tangan membantu cari nafkah dengan mengantar kue dagangan sang ibunda. 

“Setelah bapak enggak ada,ibu berjualan kue, kerupuk mentah dan terasi. Saya harus nyari kayu bakar di sekitar dekat rumah. Karena kita masak pakai kayu bakar.” Kata Dudung, kepada kompas tv, Jumat 20 November 2020.

Selain berkeliling di lingkungan rumah Dudung juga mengantar kue-kue dagangan itu ke kantin Kodam III/Siliwangi di jalan Aceh Kota Bandung Jawa Barat. Pengalaman buruk bersinggungan dengan anggota TNI pernah Dudung alami disana.

Kue klepon yang Dudung bawa pernah ditendang seorang tamtama hingga jatuh ke tanah hingga tak bisa dijual lagi.

“Saya antar kue ke Kodam 3 Siliwangi. Saya antar ke kantin karena saya sudah biasa. Karena yang jaga mungkin sama baru dia belum kenal, padahal saya setiap hari antar kue. Ditendangnya kelepon itu, akhirnya 55 potong tumpah semua. Saya balik lagi minta Ibu ganti yang baru. Dari situlah saya mulai bangkit, mulai awas nanti saya bilang, di situlah saya mulai ada cita-cita pengen jadi perwira.” Ungkap  Dudung.

Tak hanya berjualan kue,  Di masa SMA Dudung juga mencari nafkah dengan menjadi loper koran. Stiap hari ia pergi ke Cikapundung untuk mengambil koran dan mengantarnya ke sejumlah pelanggan. Hal itu Dudung lakukan setiap pagi sebelum berangkat.

“Jadi saya ikut mengantar koran waktu itu, yang punya koran itu Pak Mulyono jadi saya ikut jam 3.30 WIB pagi saya udah ke Cikapundung ambil koran kemudian saya antar koran.  Sebelum saya antar ke pelanggan saya baca-baca dulu itu, setelah saya tahu perkembangan, saya tahu situasi dan segala macam kondisi dari isi koran itu.” Jelas Dudung.

Dudung lagi-lagi mendapatkan pengalaman buruk bersama TNI ketika menjadi loper koran. ia pernah ditampar seorang Mayor TNI karena telat mengantar koran.

“Waktu itu saya terlambat sampai di tabok sama Mayor kavaleri itu. koran itu jatuh, kemudian agak kotor, Pas saya kasih saya ditabok sudah itu pengalaman.”

 

Bertekat Menjadi Penglima

Berawal pengalaman pahit itu, Dudung akhirnya membulatkan tekad untuk menempuh pendidikan di Akademi Militer.

Dudung lulus dari Akademi Militer pada 1988 dari kecabangan infanteri. Tekadnya masih sama menjadi perwira yang selalu melindungi dan melayani rakyat.

Berbagai posisi pernah dijabat Dudung di dunia kemiliteran. Dia pernah menjabat sebagai Aspers Kasdam VII/Wirabuana pada tahun 2010 hingga 2011.

Kemudian, Danrindam II/Sriwijaya tahun 2011, Wagub Akmil pada tahun 2015 hingga tahun 2016, serta Staf Khusus Kasad tahun 2016 hingga tahun 2017.

Lalu, Waaster Kasad tahun 2017 hingga 2018, Gubernur Akmil tahun 2018 hingga 2020 hingga akhirnya menjabat sebagai Pangdam Jaya. Dia dilantik sebagai Pangdam Jaya pada 27 Juli 2020.

 

Riwayat Pendidikan

Akmil (1988)

Sesarcabif (1988)

Diklapa-I

Diklapa-II

Seskoad

Lemhannas

 

Riwayat Jabatan

Dandim 0406/Musi Rawas

Dandim 0418/Palembang

Aspers Kasdam VII/Wirabuana (2010—2011)

Danrindam II/Sriwijaya (2011)

Dandenma Mabes TNI

Wagub Akmil (2015—2016)

Staf Khusus Kasad (2016—2017)

Waaster Kasad (2017—2018)

Gubernur Akmil (2018—2020)